5 Potret Rumah Masa Kecil Buya Hamka yang Kini Jadi Museum

oleh -0 views


3 menit

Kita masih bisa melihat rumah masa kecil Buya Hamka karena sudah disulap menjadi museum. Di sana, tersimpan peninggalan ustadz besar. Berikut potret selengkapnya!

Salah satu tokoh ulama besar Indonesia yang namanya masih bertahan hingga saat ini adalah Buya Hamka.

Nama lengkapnya Abdul Malik Karim Amrullah, kiprahnya di ormas Islam Indonesia tidak perlu diragukan lagi.

Sebab, ia diketahui pernah menjadi ulama Muhammadiyah, tokoh besar Masyumi, dan menjadi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) pertama di Indonesia.

Tidak hanya dikenal sebagai ulama, Hamka juga seorang penulis yang telah berhasil menghasilkan sejumlah karya fenomenal, seperti novel ‘Tenggelamnya Kapal van der Wijck’, dan ‘Di Bawah Perlindungan Ka’bah’.

Kedua novel tersebut kini telah diangkat menjadi film dengan judul yang sama.

Tak hanya sampai di situ, kearifan Buya Hamka kerap diabadikan lewat kutipan-kutipan penuh makna.

Salah satu yang paling terkenal adalah: “Jika hidup hanya hidup, babi di hutan juga hidup. Kalau kerja cuma kerja, monyet juga kerja.”

Meski Hamka kini sudah tiada, karya-karyanya masih terpelihara dan bisa kita baca.

Selain itu, kita masih bisa melihat jejak masa kecilnya, karena rumahnya di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, telah diubah menjadi museum.

Penasaran seperti apa rumah Buya Hamka saat masih kecil?

Meluncurkan saluran youtube ‘Cerita Nasya’, yuk foto-foto rumah masa kecil Buya Hamka disini!

5 Potret Rumah Masa Kecil Buya Hamka

1. Tampak Depan

rumah hamka

Museum itu sendiri bernama Museum Kelahiran Buya Hamka yang merupakan situs warisan budaya Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Di sana tersimpan sejumlah peninggalan ustadz dan bangunan museum konon merupakan rumah asli tempat kelahiran Hamka sebelum mengembara.

Rumah ustadz, bentuk bangunannya seperti tempat tinggal tradisional Minangkabau yaitu Rumah Gadang di Sumatera Barat.

Hal ini dapat diketahui dengan melihat atap bangunan yang runcing.

2. Beberapa Jendela

Rumah Buya Hamka

Pada fasad rumah banyak ditemukan jendela-jendela kuno yang khas.

3. Tempat tidur

tempat tidur hamka

Sekadar informasi, museum ini direnovasi pada tahun 2000 dengan mempertahankan bentuk aslinya.

Tak hanya bentuk bangunannya, koleksi barang pribadi Hamka kabarnya masih dilestarikan.

Seperti tempat tidur di atas.

4. Mesin Ketik Tua

mesin ketik tua

Selain tempat tidur, ada juga mesin ketik tua yang konon sering digunakan Hamka saat menulis.

Seperti disebutkan di atas, jika Buya Hamka adalah seorang ulama sekaligus penulis yang cukup produktif.

Maka jangan heran, jika ia memiliki mesin tik.

5. Foto Masa Lalu

bagian dalam rumah kelahiran buya hamka

Sejumlah foto masa lalu Hamka, terpajang rapi di museum ini.

Ada juga koleksi kitab Hamka dan silsilah keluarga ulama lengkap.

Bagi yang tertarik melihat museum ini dari dekat, Anda bisa langsung mengunjungi Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka yang terletak di tepi Danau Maninjau.

Tepatnya di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

***

Semoga bermanfaat ya Sahabat 99.

Baca informasi menarik lainnya di Berita cpzlab.com Indonesia.

Temukan rekomendasi rumah terbaik di Bandung hanya di www.cpzlab.com/id.

Cek sekarang!

***Sumber foto: youtube.com/Cerita Nasya



CPZLAB.COM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *