Corona Delta Plus Sudah Masuk Malaysia Indonesia Siap Siaga

cpzlab.com – Baru-baru ini malaysia melaporkan dua kasus pertama subvarian Delta AY.4.2, yang memicu peningkatan kasus di Inggris.

Direktur Jendral Kesehatan Dr Noor Hisham menyebut subvarian Delta AY.4.2 atau Delta Plus terdeteksi dari dua siswa Malaysia yang baru saja kembali dari Inggris, 2 Oktober yang lalu.

“Kedua warga Malaysia itu tiba di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA) pada 2 Oktober dan hasil RT-PCR petama mereka negatif,”ujar Noor Hisham.

“Namun, tes kedua mereka yang dilakukan pada 7 Oktober selama masa karantina kembali positif,’sambungnya.

Hasil whole genome sequencing (WGS) baru dirilis akhir bulan Oktober UKM Lembaga Biologi Molekuler Medis (UMBI-UKM). Meski dengan begitu, Dr Noor Hisham menegaskan vaksin yang kini digunakan masih efektif tentu varian AY.4.2. Lebih lanjut, Menurutnya strategi karantina dan testing COVID-19 saat ini kedatangan tentu bisa membantu risiko penularan lebih luas di masyarakat terkait varian baru ini.

Baca juga:

“Vaksin yang saat ini digunakan masih efektif melawan varian AY.4.2 dan tindakan seperti karantina dan pengujian dapat membantu mengurangi risiko penularan varian baru ini di malaysia, terutama di titik masuk internasional, ” ujarnya.

Meski dengan begitu, kemenkes akan terus memantau apakah sebenarnya subvarian Delta AT.4.2 sudah menyebar luas di masyarakat. Akhir Oktober, varian A.Y.4.2, ditemukan pada 10 persen dari seluruh hasil WGS Inggris.

Badan Keamanan Kesehatan Inggris telah mengklasifikasikan varian AY.4.2, yang memiliki dua mutasi genetik tambahan, Y145H dan A222V, sebagai Variant Under Investigation (VUI) pada 20 Oktober lalu.

Varian A.Y.4.2 sudah masuk Malaysia tetapi belum atau tidak terdeteksi di Indonesia sampai sekarang. Dan kita melakukan genome sequence antara 1.500 sampai 1.800 tes perbulan,”kata Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam jumpa pers virtual di Youtube Sekretariat Presiden, Senin (8/11/2021).

Sejauh ini Indonesia belum mendeteksi varian yang diduga lebih menular dari varian Delta tersebut. Sehingga pemerintah betul-betul berhati-hati akan hal ini.

“Dan sampai sekarang kita belum lihat, kita tetap jaga perbatasan kita, apalagi ini sudah di Malaysia. Banyak sekali orang Indonesia yang pulang pergi dari Malaysia baik lewat darat, laut, dan udara,”ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *