Gagal Kerja, Ini 4 Penyebabnya

oleh -1 views


Alasan kegagalan bisnis
Foto: Pixabay



Dalam menjalankan bisnis pasti ada rugi dan untung, ada kegagalan dan keberhasilan. Yang pasti, kegagalan bisnis adalah hal yang dihindari para pengusaha.

Menurut artikel dari finance.detik.com, bisnis yang baru berdiri sangat mungkin gagal, terutama dalam satu hingga tiga tahun pertama. Padahal, menurut Small Business Association (SBA), sebanyak 30% bisnis baru gagal mencapai tahun kedua.

50% gagal mencapai tahun kelima, dan 66% tidak berhasil beroperasi sampai tahun kesepuluh. Hasil studi mereka juga menunjukkan bahwa hanya 25% bisnis yang sukses bertahan lebih dari lima belas tahun.

Tentu saja, fakta ini menunjukkan bahwa menjalankan bisnis bukanlah hal yang mudah. Ada banyak faktor yang membuat suatu bisnis berhasil atau gagal. Jadi Anda perlu mengetahui apa saja faktor penyebab kegagalan agar Anda bisa mengantisipasinya. Berikut adalah 4 faktor kegagalan bisnis.

1. Ide bisnis yang kompleks

Ide bisnis yang kompleks biasanya bukan ide yang bagus. Ide-ide Anda tidak boleh mengandung banyak asumsi. Terlalu banyak “bagaimana jika…” akan meningkatkan kemungkinan gagal karena Anda hanya akan mengkamulkan faktor yang tidak diketahui.

pisau cukur Occam (pisau oakham) Ini adalah teori pengambilan keputusan ekonomi dan filosofis yang terkenal. Singkatnya, teori ini menyatakan bahwa jika kita dihadapkan pada keputusan yang berbeda (atau dalam hal ini ide bisnis), pilihlah yang memiliki asumsi paling sedikit.

Dengan kata lain, jika kita menghadapi masalah (dalam hal ini, bagaimana memilih ide bisnis), solusi dengan asumsi paling sedikit biasanya yang paling tepat.


Atau penjelasan umum, penyebab pohon terbakar hingga ke tanah bisa jadi karena pendaratan pesawat luar angkasa alien atau sambaran petir. Menurut Occam’s Knife, petir adalah penjelasan yang lebih disukai karena memerlukan asumsi paling sedikit.

2. Model Pendapatan Miskin

Apa model pendapatannya? Model pendapatan adalah konsep yang sangat sederhana namun kuat. Konsep ini akan menentukan tidak hanya apakah perusahaan Anda akan sukses, tetapi juga apakah Anda akan mendapatkan keuntungan dari perusahaan ini, serta apakah perusahaan Anda akan bertahan lebih dari setahun. Berikut adalah versi paling sederhana dari model penghasilan:

Mencatat (a) – (b) = (c)

(a) = harga barang (jasa)

(b) = Harga Pokok (Jasa/Jasa)

(c) = laba bersih

Harga barang – harga pokok = laba bersih

jika (c) Ini adalah angka negatif, pasti ada sesuatu yang salah dan Anda akan segera berhenti bekerja.

Semua perusahaan pasti telah berjuang dengan masalah di atas dan terus-menerus berjuang untuk memutuskan apakah akan menaikkan harga atau menurunkan biaya produksi suatu produk atau keduanya.

3. Pemasaran dan citra yang buruk

Banyak pengusaha baru percaya bahwa orang akan secara otomatis datang ke tempat kerja Anda segera setelah Anda meluncurkan iklan di iklan situs web Atau segera setelah Anda membuka pintu ke tempat kerja Anda. Banyak perusahaan dan situs web, Jadi jangan berharap untuk meluncurkan iklan di situs web Anda akan membuat orang mengantri di depan pintu Anda.

Untungnya, saat ini ada media sosial yang dapat Anda gunakan untuk pemasaran dan branding, tetapi seperti media lainnya, menghubungi/berkomunikasi dengan pelanggan lebih penting daripada membombardir mereka dengan iklan/spam. Akhirnya, karena mengganggu, orang akan melaporkan iklan Anda.

Anda bisa lihat di Facebook dan Instagram, ada banyak perusahaan yang memasang iklan tidak berguna kepada pengikut dan penggemar mereka. Hasilnya hanya mengganggu begitu banyak orang sehingga banyak pelanggan tidak lagi mendengarkan atau menonton iklan.

4. Akuisisi pelanggan yang tidak memadai

Bisnis harus mencari peluang baru untuk menumbuhkan pelanggan mereka tanpa harus bergantung pada pelanggan yang sudah ada. Bergantung pada produk utama Anda dan pelanggan bukanlah kesalahan pertama kali Anda membuka bisnis Anda, tetapi strategi tidak akan bertahan dalam jangka panjang.

Contoh yang bagus untuk itu Memotret dgn kodak. Saat pasar bergerak ke arah kamera digital, Memotret dgn kodak Itu gagal berkembang di luar industri fotografi, dan perusahaan senilai $ 50 miliar terpaksa menjual patennya dan keluar dari bisnis untuk keluar dari kebangkrutan pada 2013. Kesalahan Memotret dgn kodak Ia lebih mengkamulkan industri film fotografi daripada melebarkan sayapnya di kawasan berkembang.

kesimpulan

Ada banyak faktor yang menyebabkan perusahaan-perusahaan ini gagal, seperti ide yang kompleks, model pendapatan yang buruk, taktik pemasaran yang buruk, dan kurangnya jangkauan pelanggan. Namun, setiap bisnis yang dijalankan pasti mengalami kegagalan, namun kegagalan ini dapat diminimalisir jika mengetahui faktor-faktor penyebab kegagalan bisnis.

Jika Anda ingin mengenal kami lebih jauh, Anda dapat menemukan kami di Indonesia Dan Situs jejaring sosial Facebook.






Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *