Berikut beberapa tips dan cara berinvestasi untuk anak muda

oleh -0 views


Belajar berinvestasi untuk pelajar dan mahasiswa sejak dini
Foto: Pixabay



Investasi adalah tabungan yang akan diperoleh di masa depan. Kebiasaan berinvestasi ini harus dilakukan sejak usia muda. Pada saat Anda menjadi mahasiswa atau pelajar, ada baiknya seseorang melatih diri dalam berinvestasi. Apalagi jika Anda seorang mahasiswa yang sudah bekerja. Akan lebih baik untuk menyisihkan sejumlah uang untuk investasi.

Tips mudah berinvestasi di usia dini

Hasil investasi akan dinikmati di masa depan. Karena investasi merupakan tabungan jangka panjang yang menjanjikan. Apalagi kebutuhannya akan semakin meningkat di masa depan. Harga kebutuhan menjadi lebih mahal. Metode investasi untuk mahasiswa adalah:

1. Hemat

Investasi tidak harus besar. Sebagai mahasiswa, Anda dapat melakukan investasi kecil. Investasi adalah kegiatan menabung. Baik berupa menabung uang saku atau menyisihkan gaji jika sudah bekerja. Dengan melatih diri untuk menabung, mahasiswa akan terbiasa dengan gaya hidup investasi.

Menabung bisa dilakukan di bank, meski jumlahnya tidak begitu banyak. Tidak hanya di bank, penghematan juga bisa dilakukan di koperasi. Dengan menabung sedikit demi sedikit, Anda akan mendapatkan banyak uang ketika Anda telah menabung untuk waktu yang lama. Oleh karena itu, siswa harus dibiasakan untuk menabung.

2. Berinvestasi dalam emas

Harga emas semakin hari semakin meningkat. Investasi emas tidak harus banyak emas batangan. Namun, Anda dapat membeli beberapa gram. Misalnya, satu bulan membeli satu gram emas dan kemudian menyimpannya. Jadi setelah lulus kuliah, seorang mahasiswa bisa mendapatkan 48 gram emas. Jika harga emas Rp. 300.000, maka Anda akan mendapatkan Rs. 14.000.000.

Emas adalah barang yang paling mudah dijual. Karena emas tergolong perhiasan mahal. Selain itu, ada permintaan yang besar untuk emas di kalangan masyarakat.

3. Dana investasi

Di era modern ini, banyak orang yang menantikan layanan investasi. Reksa dana adalah salah satunya. Modal awal untuk berinvestasi di tempat ini dimulai dari Rp. 100.000 saja. Jumlahnya kecil dan pas di kantong mahasiswa. Jika Anda memberi uang, reksa dana akan dikelola sehingga uang Anda menjadi lebih berharga.


Selain modal yang kecil, reksa dana menawarkan banyak keuntungan. Diantaranya adalah menghimpun dana dari investor dan kemudian menyatukannya untuk mendapatkan modal bersama. Sebagai mahasiswa sangat mudah untuk melakukan investasi ini. Tidak perlu bekerja, tetapi hanya menunggu hasilnya.

4. Setoran

Jika siswa memiliki uang tambahan, tidak ada salahnya menyetor. Deposito berjangka adalah tabungan di bank yang penarikannya dilakukan pada waktu tertentu. Jangka waktu penarikan deposit bisa bertahun-tahun. Ada yang satu tahun, dua tahun bahkan 10 tahun. Dengan memilih deposito sebagai program investasi, mahasiswa akan hidup lebih hemat.

Dengan setoran, siswa dapat menarik uang sesuai keinginan. Ini adalah hal yang positif, karena Anda dapat mengatur uang Anda jika ada kebutuhan di masa depan. Semua kebutuhan kehidupan kuliah atau kehidupan ke tingkat berikutnya. Dengan kata lain, adanya simpanan membuat kehidupan dan uang mahasiswa lebih teratur.

5. Stok

Saham adalah jenis investasi berikutnya yang dapat dilakukan mahasiswa. Namun, sebagian besar saham membutuhkan modal besar untuk berpartisipasi. Hal ini akan menyulitkan bagi siswa yang belum bekerja. Oleh karena itu, jenis investasi ini tidak begitu populer di kalangan mahasiswa. Saham adalah investasi yang agak berisiko.

Risiko dan manfaat dari investasi ini seimbang. Dengan kata lain, seorang siswa bisa untung dan rugi dengan cepat. Namun, saat ini banyak orang yang menawarkan saham dengan modal kecil. Mulai dari 500 ribu rupiah hingga 2 juta rupiah saja. Dengan saham yang sedikit ini tentunya akan meningkatkan minat siswa untuk bermain saham.

6. Obligasi

Pemberian utang kepada modal usaha merupakan hal positif yang bisa dinikmati nantinya. Tidak ada salahnya mahasiswa berinvestasi di obligasi. Investor di sini memberikan dana kepada lembaga pemerintah atau perusahaan. Ada beberapa jenis obligasi di Indonesia. Ini termasuk obligasi pemerintah, obligasi korporasi, dan obligasi ritel.

Pada hakekatnya, obligasi adalah mahasiswa yang berinvestasi pada obligasi dan meminjamkan uang kepada pemerintah. Kemudian pemerintah memprosesnya untuk hal lain, bisa perusahaan, bank, dll. Namun, jumlah yang sama akan dikembalikan nanti. Namun, itu disertai dengan bunga utang.

7. Peer to Peer

Dengan modal hanya Rs 100.000, seorang siswa dapat berpartisipasi dalam investasi ini. Jumlah yang terlalu kecil untuk diinvestasikan. Dalam investasi ini, mahasiswa dituntut untuk menginvestasikan uangnya dalam bisnis atau masyarakat. Dana tersebut kemudian digunakan sebagai modal awal bagi para pelaku usaha untuk memulai usahanya.

Jika perusahaan mendapat untung, tentunya mahasiswa bisa ikut sesuai kesepakatan awal. Hal lain yang menarik dari investasi ini adalah pengembalian investasinya lebih besar dari pada deposito. Makanya banyak peminatnya.

8. Logam mulia

Mahasiswa tersebut menganggap harganya terlalu mahal jika mendengar kata “logam mulia”. Namun, tidak terasa terlalu mahal jika Anda membelinya dengan membayar. Jadi investasi ini tidak dilakukan oleh seorang siswa, tetapi oleh beberapa siswa dengan mengumpulkan uang dan membeli logam mulia bersama-sama. Dengan kata lain, harga akan terlihat murah jika ditoleransi secara merata.

Investasi harus dilakukan oleh anak muda mulai sekarang. Investasi bisa dilakukan dengan cara apapun. Baik dalam bentuk uang maupun dalam bentuk barang. Jadi jika Anda seorang pelajar atau mahasiswa, Anda harus mulai melatih diri untuk berinvestasi sekarang. Agar menuai hasil yang memuaskan nantinya.

Jika Anda ingin mengenal kami lebih jauh, Anda dapat menemukan kami di Indonesia Dan Situs jejaring sosial Facebook.






Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *