Warga Jawa Timur Hancurkan Peti Pasien COVID-19 Gara-Gara Ritual Pemakaman Muslim

oleh -0 views
East Java residents smash COVID 19 patients coffin in furore over Islamic funeral rites


Warga sebuah desa di Kabupaten Situbondo Jawa Timur difilmkan dalam film menghancurkan peti mati pasien COVID-19 yang meninggal, dan video klipnya menjadi viral di Indonesia.

Klip itu menunjukkan lusinan penduduk desa menjatuhkan peti mati ke tanah dan menghancurkannya dengan kayu gelondongan dan peralatan lainnya. Orang-orang yang secara luas dianggap sebagai anggota keluarga almarhum dapat terdengar menangis di klip lain, dengan satu pingsan dan kemudian terlihat digendong oleh penduduk desa.

Kami telah menghentikan mereka dan mencegah penduduk desa membuka peti mati. Tapi karena terlalu banyak orang, kejadian itu tidak bisa dihentikan,” kata Budiono, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangui. mengatakan hari ini.

Seorang warga desa, yang identitasnya tidak diungkapkan kepada media setempat, mengatakan bahwa kecelakaan itu terjadi di tangan keluarga korban dan beberapa warga desa ingin memastikan bahwa jenazah dimandikan sesuai dengan ritus pemakaman Islam. Menurut laporan, mereka diganggu oleh desas-desus bahwa pasien COVID-19 yang meninggal masih terbungkus kain kafan saat mereka masih berpakaian seperti saat kematian mereka sebelum ditempatkan di dalam peti mati.

Kemudian yang bersangkutan dengan paksa menyembunyikan peti, mengeluarkan jenazah dan membuka kafan, sebelum mandi kembali dan melaksanakan salat jenazah.

Agus Widodo, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Situbondo, mengatakan akan mulai memeriksa saksi-saksi, termasuk direktur pemakaman dan anggota keluarga almarhum. Berdasarkan hukum Indonesia, para tersangka dalam kasus tersebut kemungkinan akan didakwa melanggar pasal-pasal yang terkait dengan menghalangi pelaksanaan anti-epidemi dan mengancam kekerasan terhadap petugas jaga. Mereka memiliki hukuman maksimum 7 tahun penjara.

Selain itu, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Situbondo Dhadang Pintoro membantah rumor tersebut, dengan mengatakan bahwa semua pasien COVID-19 yang meninggal ditangani sesuai prosedur operasi standar dan hukum agama.

Insiden ini menambah panjang daftar orang yang melanggar hukum dengan memindahkan secara paksa orang-orang terkasih yang meninggal karena COVID-19 dari pihak berwenang dan mengadakan pemakaman sendirian tanpa protokol kesehatan.

akhir pekan lalu, Kejadian serupa terjadi di Kabupaten Bundusu, Jawa Timurاوة Puluhan orang membakar peti mati setelah mengubur sendiri almarhum. Warga dikabarkan terprovokasi dengan hoax tentang bagian tubuh dan organ tubuh yang diambil dari pasien COVID-19 untuk kepentingan medis tanpa persetujuan terlebih dahulu.

Baca juga:

Lebih banyak orang Indonesia beralih ke narkoba karena stres pandemi: BNN

Indonesia larang akses pekerja asing selama PPKM, pemegang izin dikecualikan

Seorang wanita tua di Jawa Barat ditemukan terinfeksi COVID-19 memeluk tubuh putrinya yang membusuk

Berlangganan Podcast Kelapa untuk berita dan budaya pop terpanas dari Asia Tenggara dan Hong Kong setiap hari Jumat!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *