Tingkat kepositifan rendah, uji pelacak di daerah padat penduduk

oleh -1 views
penyekatan tes


JawaPos.com Pemerintah tidak lagi menggunakan istilah PPKM. Bergantian dengan level, dari level 1 hingga 4. Meski pada intinya sama.

Aturan baru tersebut dikemas dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 22 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM di Jawa Bali. Di Kementerian Dalam Negeri, istilah darurat PPKM diubah menjadi PPKM Level 4 dan berlaku hingga 25 Juli 2021. “Setelah itu akan ada penilaian,” kata Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian kemarin (21/7). .

Ia melanjutkan, selain perubahan penamaan, pasal yang diatur Menteri Dalam Negeri masih sama seperti sebelumnya. Khususnya terkait dengan pembagian sektor kritis, esensial dan non esensial. “Ini sebenarnya sama dengan PPKM untuk keadaan darurat,” jelasnya.

Namun, di Menteri Dalam Negeri terbaru, pihaknya menyelenggarakan penguatan 3T (testing, tracing, treatment) sesuai dengan angka positif mingguan. Paling rendah, jika tingkat kepositifan mingguan kurang dari 5 persen, jumlah tes per 1.000 penduduk per minggu adalah 1. Tingkat positif Mingguan lebih dari 25 persen, jumlah tes per 1.000 penduduk per minggu adalah 15.

Tes ini membutuhkan perbaikan terus-menerus dengan target tingkat positif kurang dari 10 persen. “Oke, tolong lakukan ini dan minta menjadi mentor yang benar-benar,” pintanya.

Untuk penelusuran, Home Office mengharuskan ada lebih dari 15 kontak dekat untuk setiap kasus yang dikonfirmasi. Jika hasil tes positif, isolasi diperlukan. Sedangkan jika hasil pemeriksaan negatif, maka karantina dan tes ulang perlu dilanjutkan pada hari kelima. Jika negatif, pasien dianggap dalam karantina lengkap.

Editor: Ilham Safwatra

Reporter: far/dee/tau/agf/mia/idr/han/c7/c14/fal





Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *