Sekarang RI Episentrum Corona di Dunia, Apa Kata Gugus Tugas Covid-19?

oleh -1 views



2e5e42ac 4c99 414c 92f5 14d4bc17a843 169

Jakarta, CNBC Indonesia – Dunia tengah menyoroti kondisi terkini di Indonesia terkait dengan merebaknya Covid-19. Media asing seperti The New York Times menulis dalam salah satu artikelnya bahwa Indonesia adalah episentrum Covid-19 di dunia.

Koordinator Panel Ahli dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, Kebijakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat yang diterapkan sejak awal bulan ini sudah menunjukkan hasil. Misalnya, terjadi penurunan mobilitas masyarakat dan kasus harian mulai berkurang di tanah air.

“Saat ini pelaksanaan PPKM darurat telah menunjukkan hasil yang inkremental, salah satunya penurunan mobilitas dan penurunan kasus harian,” kata Wiku dalam siaran pers dari Panel Ahli dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid- 19. Dari kanal YouTube Sekretaris Presiden, Selasa (20/20). / 7/2021).



Namun dia menambahkan bahwa untuk memastikan pengendalian masalah ini, diperlukan upaya yang lebih kuat dan kerja keras. Yakni, pemerintah dan seluruh elemen masyarakat berusaha agar kasus-kasus yang marak dan terkendali.

Wiku juga meminta penonton untuk tidak panik dan tetap tenang. Menurutnya, ketika protokol kesehatan diterapkan dan aktivitas berbahaya bisa dikurangi, risiko penularan bisa lebih rendah.

Ia menjelaskan, “Masyarakat dihimbau untuk tidak panik dan tetap tenang. Jika protokol kesehatan diterapkan dengan sempurna dan aktivitas berbahaya dapat diminimalisir dengan baik, kemungkinan penularan tentu akan lebih rendah.”

The New York Times menerbitkan artikel berjudul “Pandemi Membawa Fokus Baru: Indonesia”. Dia menyatakan di sana bahwa Indonesia telah menjadi episentrum baru epidemi saat ini, melewati India dan Brasil.

Indonesia memiliki jumlah infeksi harian baru tertinggi di dunia. Kenaikan mendadak juga merupakan bagian dari gelombang yang terjadi di Asia Tenggara.

The New York Times mengatakan kasus dan kematian di Indonesia melonjak dalam waktu sebulan. Penyebabnya adalah prevalensi variabel delta di daerah padat penduduk di Jawa dan Bali.

Artikel itu juga menulis bahwa di sejumlah daerah, kasus Covid-19 yang meningkat membuat rumah sakit kewalahan. Meski pihak rumah sakit juga telah mengambil langkah darurat dengan menambah kapasitas yang ada.

[Gambas:Video CNBC]

(halo/hoi)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *