Presiden Jokowi meninjau stok beras di Polog Jakarta Utara

oleh -0 views



viber image 2021 07 21 14 05 56 010

Sebelumnya, Kepala Badan Logistik mengatakan stok di Bulog sebanyak 1,373 juta ton, artinya stok kami cukup.

Jakarta (Antara) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi Depot Bolog di Jakarta Utara untuk mengecek stok beras nasional.

“Pertama saya ingin memastikan stok beras nasional cukup, Pak Kepala Logistik mengatakan stok di Bulog saat ini 1,373 juta ton, artinya stok kita cukup,” kata Presiden Jokowi di gudang Bulog, Jakarta. , seperti yang disiarkan oleh saluran YouTube Sekretariat Presiden pada hari Rabu.

Selain pengecekan stok, Presiden Jokowi juga ingin memastikan kesiapan program bansos beras.

“Kedua, saya juga mengecek bagaimana kesiapan bantuan beras untuk diberikan kepada masyarakat,” kata Presiden lagi.

Menurut Presiden, bantuan beras sosial telah disalurkan sejak 16 Juli 2021.

“Saya senang ternyata ini sudah terjadi sejak Jumat lalu. Jadi tidak akan terjadi, tapi sudah dimulai sejak Jumat lalu di Jakarta dan seluruh provinsi di negara kita,” kata Presiden.

Menurut Presiden, program bantuan beras akan terus disalurkan.

Kata Presiden sambil memajang sekantong beras bertuliskan “beras ukuran sedang” dengan label “bantuan darurat beras PPKM 2021”. 10kg.

Selain bantuan beras, pemerintah juga banyak menyalurkan bantuan sosial lainnya.

“Tapi selain beras ini juga ada subsidi listrik, bantuan tunai, kemudian BLT (Bantuan Langsung Tunai) Desa, kemudian subsidi Internet, PKH (Program Keluarga Harapan) dan sebagainya. Saya kira itu yang ingin saya cek pagi ini, kata presiden.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan pemerintah telah meningkatkan anggaran sebesar Rp 55,21 triliun untuk membantu masyarakat yang terkena dampak pelaksanaan PPKM.

Program perlindungan sosial tersebut, pertama, Program Keluarga Harapan (PKH) atau PKH untuk sepuluh juta keluarga dengan perkiraan penerima manfaat 40 juta selama 12 bulan, sehingga total anggaran menjadi Rp 28,3 triliun.

Kedua, program kartu sembako untuk 18,8 juta keluarga, dengan perkiraan total 75,2 jiwa dengan alokasi anggaran Rp 49,89 triliun. Setiap keluarga mendapat Rp 200.000/bulan selama 14 bulan.

Ketiga, Program Bantuan Beras Bolog, yaitu penyaluran beras 10 kilogram/KK kepada 28,2 juta keluarga atau 115,2 juta jiwa penerima bansos tunai dan kartu sembako dengan anggaran Rp 3,58 triliun.

Keempat: Program Bantuan Sosial Tunai untuk 10 Juta Keluarga yaitu 40 Juta Orang dengan anggaran sebesar Rp 300.000/keluarga, yang diperkenalkan pada Januari-Juni 2021 dengan total anggaran sebesar Rp 17,46 triliun.

Kelima, usulan pemerintah provinsi bantuan sosial tunai untuk 5,9 juta keluarga penerima manfaat yang merupakan usulan dari pemerintah provinsi, namun belum mendapat bantuan dari kartu sembako dan BST. Penerima akan mendapatkan Rs 200.000 / bulan selama 6 bulan dengan total anggaran Rs 7,08 triliun

Keenam, memberikan diskon listrik kepada 32,6 juta pelanggan 450 VA dan 900 VA hingga Desember 2021 dengan tambahan anggaran sebesar Rp 1,91 triliun sehingga total anggaran menjadi Rp 9,49 triliun.

VII Bantuan biaya berlangganan hingga Desember 2021 untuk 1,14 juta pelanggan. Ada tambahan anggaran sebesar Rp 20 miliar, sehingga total anggaran menjadi Rp 2,11 triliun.

Kedelapan, program kartu pra kerja dan bantuan tunjangan upah dengan total anggaran Rp 20 triliun untuk 8,4 juta peserta. Ada tambahan anggaran sebesar 10 triliun rupiah bagi mereka yang sedang mencari pekerjaan dan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Kesembilan, memberikan dukungan kuota internet untuk pelajar, mahasiswa, guru dan dosen hingga Desember 2021. Targetnya 38,1 juta pelajar, mahasiswa dan guru dengan total anggaran Rp 8,53 triliun.

Kesepuluh, BLT Desa dengan target 8 juta penerima manfaat mendapatkan manfaat sebesar Rp 300.000/bulan selama 12 bulan dengan total anggaran sebesar Rp 28,8 triliun.
Baca juga: Bulog Pastikan Stok Beras Nasional Capai Satu Juta Ton
Baca juga: Menko Perekonomian: Cadangan Beras Nasional Cukup

Reporter: Deska Lydia Natalia
Redaktur: Budisantoso Budiman
Hak Cipta © Antara 2021


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *