Pihak berwenang di Sulawesi Selatan dikecam karena memukul seorang wanita hamil saat penggerebekan

oleh -0 views


Rekaman petugas Badan Ketertiban Umum (Satpol PP) memukuli pasangan selama penggerebekan di Sulawesi Selatan telah memicu kemarahan di seluruh Indonesia, memicu diskusi baru tentang penggunaan kekuatan selama Protokol Pemberlakuan Darurat Pembatasan Kegiatan Umum (PPKM Keadaan Darurat).

Setidaknya dua petugas Satpol PP telah ditangkap di provinsi Goa dalam sebuah film yang hits pasangan di dan naik (kafe) yang mereka miliki. Setelah diskusi panas, seorang petugas mulai menampar pasangan itu, yang diidentifikasi sebagai Evan yang berusia 24 tahun, yang juga merekam serangan itu saat jatuh.

Kebrutalan itu seolah membuat marah istri Ivan, yang memukul petugas dengan kursi kecil di kepala. Petugas kemudian membalas dengan memukulnya, yang menyebabkan lebih banyak kekacauan.

Menurut Evan, kecelakaan itu terjadi pada Rabu malam. Ia mengaku warnetnya saat razia tutup sesuai aturan PPKM, namun karena warungnya menyatu dengan rumahnya, ia masih nongkrong di sana melakukan siaran langsung di media sosial saat petugas Satpol PP masuk ke lokasi.

“Salah satu petugas PPKM memarahi istri saya karena bajunya seksi. Apa hubungannya PPKM dengan baju seksi? Dia dan tunggangan juga [our] rumah. Itu normal untuk memakai piyama [there]Itu sebabnya istri saya marah, Evan mengatakan.

Evan mengatakan petugas menegurnya karena bermain musik di Café, yang dia buka untuk siaran langsung. Petugas ini meminta maaf atas kesalahpahaman situasi dan pergi, sebelum petugas yang marah turun tangan dan mulai mengarahkan jari mereka ke pasangan itu dengan paksa.

Sang istri dilaporkan menentang petugas selama periode ini karena dia yakin mereka tidak melanggar aturan apa pun. Evan mengatakan dia mencoba meredakan situasi dan menyebutkan kehamilan istrinya kepada petugas sebelum mereka menyerangnya. Evan mengatakan kepada media lokal bahwa istrinya hamil sembilan bulan, keluar dari rumah sakit dan pingsan karena kontraksi setelah serangan itu.

“Istri saya bilang kami mematuhi aturan pemerintah dan tidak melanggar apa pun, saya memberi tahu mereka bahwa istri saya hamil dan kemudian mereka menampar saya,” jelas Evan.

Dia telah mengajukan pengaduan terhadap petugas Satpol PP ke Polres Gowa.

Dalam jumpa pers hari ini, Ali Uddin Teru, Ketua Satpol PP Kabupaten Goa, meminta maaf kepada para korban dan masyarakat. Dia mengatakan salah satu petugas yang terlibat adalah sekretarisnya, berinisial MH.

Alamuddin mengatakan penyelidikan akan dimulai untuk menentukan hukuman MH, menjelaskan bahwa penggerebekan itu karena musik keras yang dimainkan Evan selama adzan (panggilan sholat islami).

Alamuddin mengatakan petugas Satbul BP mendatangi Ivan Kafe Setelah menerima laporan dari warga daerah lain yang المنطقة Dia diduga mengeluh tentang kebiasaan pasangan itu memainkan musik keras selama azan.

Baca juga:

Vaksin COVID-19 dari Pfizer-BioNTech memiliki lisensi resmi untuk digunakan di Indonesia

Karyawan bolos kerja dengan hasil tes positif COVID-19 palsu: Polisi

Walikota Solo Gibran Rakaboming mengatakan dia bekerja dari jarak jauh setelah didiagnosis dengan coronavirus

Polda Metro Jaya meningkatkan permainan barikade dengan 100 pos pemeriksaan di seluruh ibu kota

Berlangganan Podcast Kelapa untuk berita dan budaya pop terpanas dari Asia Tenggara dan Hong Kong setiap hari Jumat!




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *