Penjelasan Airlangga tentang perubahan nama PPKM darurat menjadi PPKM Level 4

oleh -1 views
1626906047 statik.tempo .co



-->
Menko Perekonomian Erlanga Hartarto menyampaikan pandangan akhir pemerintah terhadap RUU Cipta Kerja kepada Ketua DPR, Puan Maharani, dan disaksikan Wakil Ketua DPR Aziz Syamuddin, Sofmi Dasco Ahmed dan Rashad Gobel dalam pleno penutupan sidang pertama masa sidang 2020-2021 Kompleks Parlemen Senyan, Jakarta, Senin 5 Oktober 2020. Dalam RUU Cipta Kerja, terdapat 11 golongan yang termasuk dalam undang-undang ini, antara lain penyederhanaan perizinan, persyaratan investasi, ketenagakerjaan, kemudahan berusaha. , dan pemberdayaan dan perlindungan UMKM, dukungan penelitian dan inovasi, administrasi pemerintahan, sanksi, pembebasan lahan, kemudahan investasi dan proyek pemerintah, serta kawasan ekonomi khusus.  TEMPO / M Taufan Rengganis

Menko Perekonomian Erlanga Hartarto menyerahkan pandangan akhir pemerintah terhadap RUU Cipta Kerja kepada Ketua DPR Puan Maharani, dan disaksikan oleh Wakil Ketua DPR Aziz Syamsuddin, Sofmi Dasco Ahmed dan Rashad Gobel di menutup rapat paripurna sidang pertama periode 2020-2021 di Kompleks Parlemen Senyan, Jakarta, Senin 5 Oktober 2020. Dalam RUU Cipta Kerja, terdapat 11 golongan yang termasuk dalam undang-undang ini, antara lain penyederhanaan perizinan, persyaratan investasi, ketenagakerjaan, kemudahan melakukan usaha, dan pemberdayaan dan perlindungan UMKM, dukungan penelitian dan inovasi, administrasi pemerintahan, sanksi, pembebasan lahan, kemudahan investasi dan proyek pemerintah, serta kawasan ekonomi khusus. TEMPO / M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Irlandia Hartarto menjelaskan, perubahan nama PPKM darurat menjadi PPKM level 4. Menurut dia, hal tersebut sesuai dengan arahan World Health Organization atau World Health Organization.

“Mengenai level kita sudah mengikuti apa yang telah diarahkan Siapakah “Dan kita menggunakan dua level, yaitu level transmisi dan kapasitas respon (sistem kesehatan),” kata Erlanga dalam konferensi pers virtual, Rabu 21 Juli 2021.

Dia mengatakan bahwa situasi untuk Tier 4 adalah kapasitas transmisi dan respons yang tidak cukup sehingga perlu ditingkatkan.

Dia kemudian mengatakan bahwa kriterianya adalah kasus konfirmasi. Dimana konfirmasi positif level 4 untuk setiap 100.000 penduduk diatas 150 orang. Kemudian tingkat perawatan untuk semua 107 warga berada di atas 30 orang.

Kemudian pemerintah melihat keterbatasan kemampuan untuk menguji tingkat kepositifan, kemudian mendorong pelacakan kontak dan juga berkaitan dengan tingkat hunian keluarga yang sakit.

“Jadi kalau suatu kriteria tercapai, kita masukkan ke level 4. Itu namanya level 4 Menteri Kesehatan Tersedia setiap hari. Jadi kami pertahankan berdasarkan data mingguan sehingga kami dapat menentukan jumlah kota.”





Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *