Panen kwan dari stok batubara, indy dll

oleh -3 views
ilustrasi bursa efek indonesia cnbc indonesia tri susilo 6 169


Jakarta, CNBC Indonesia – Saham pertambangan batubara terlihat bergerak ke hijau pada awal sesi perdagangan pertama Kamis (22/7/2021), seiring investor mulai membeli saham batubara, meskipun harga batubara rekor dunia saat ini melemah.

Saksikan pergerakan saham batubara pada sesi perdagangan pertama pukul 09:37 WEST hari ini.

Berdasarkan data RTI pukul 09:37 WIB, saham PT Indika Energy Tbk (ADRO) memimpin penguatan saham batu bara pada awal perdagangan pertama hari ini. Saham INDY naik 4,21% ke level 1.360 rupee/unit pada pukul 09:37 WIB pagi ini.

Data perdagangan menunjukkan nilai saham INDY pagi ini sebesar Rp 14 miliar dengan volume perdagangan 26 juta lembar. Investor asing mencatatkan pembelian bersih (pembelian bersih) hingga Rp 7,3 miliar di pasar normal pagi ini.

Apalagi di posisi kedua ditempati saham batu bara milik negara, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang terbang 3,76% ke level Rs 2.210/unit pada awal sesi perdagangan pertama pagi ini.

Tercatat transaksi untuk PTBA sebesar Rp 20 miliar dengan volume 9 juta lembar saham. Asing mencatatkan net beli Rp 13,3 miliar di pasar reguler.

Berikutnya di posisi ketiga adalah PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) yang naik 3,42% ke posisi Rs 15.875/unit pada perdagangan pagi ini.

Transaksi saham Integrated Technology Group (ITMG) berjumlah Rs 25 miliar dengan volume 1 juta saham yang diperdagangkan. Orang asing terdaftar untuk melakukannya pembelian bersih Sebesar Rp 5,7 miliar di pasar normal.

Sementara itu, saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) membukukan kenaikan tipis terbesar, naik 0,73% menjadi Rs 13.850/unit pada awal sesi perdagangan pertama pukul 09:37 WIB.

Nilai kesepakatan BYAN, pagi ini, sebesar 47 juta rupee, dan volume perdagangan 3 ribu lembar saham. Namun, asing mencatat penjualan bersih (penjualan bersih) di pasar biasa senilai Rp 689 juta.

Investor kembali mencari saham batu bara pagi ini, di tengah melemahnya harga batu bara acuan dunia pada perdagangan Rabu (21/7/2021) kemarin.

Harga batu bara kembali melemah pada perdagangan kemarin. Investor mungkin tidak puas dengan menghasilkan uang dari harga batu bara yang sangat tinggi.

Kemarin, harga batu bara di pasar ICE Newcastle (Australia) berada di level 150,7 USD/ton. Sedikit turun 0,2% dari hari sebelumnya.

Pada 19 Juli 2021, harga Hajar Aswad tercatat sebesar 153,7 USD/ton. Ini adalah rekor setidaknya sejak 2008. Jadi, tidak heran investor bertekad menguangkan keuntungan. Pada 20 Juli 2021, harga turun 1,76%.

Meski terkoreksi selama dua hari berturut-turut, harga batu bara masih membukukan kenaikan 5,35% pada pekan lalu. Peningkatan selama sebulan terakhir adalah 25,02%.

batu bara

Tingginya permintaan terus menjadi faktor pendorong kenaikan harga batu bara. Di China, harga batu bara di pelabuhan Qinhuangdao akhir pekan lalu mencapai CNY 1.000/ton. 1,8% lebih tinggi dari minggu sebelumnya dan lebih tinggi dari standar tidak resmi pemerintah CNY 500-700/ton.

Peningkatan permintaan tidak dapat menandingi penawaran, sehingga harga naik. Karena itu, pemerintah China berencana melepas cadangan batu bara lebih dari 10 juta ton. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan pasokan dan dengan demikian menurunkan harga.

“Volume 10 juta ton mungkin terlihat besar, tetapi jumlah ini hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional dalam satu hari. Jadi kami berharap pengumuman ini tidak akan banyak mempengaruhi harga,” kata Analis Toby Hassell. Refinitiv.

Tim Peneliti CNBC Indonesia

[Gambas:Video CNBC]

(chd/chd)





Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *