Pakar hukum nilai Ari Konkoro harus mengundurkan diri sebagai konsultan UI dan bukan mendelegasikan

oleh -0 views
1626938866 statik.tempo .co


TEMPO.CO, Jakarta – Pengamat Hukum Tata Negara Pavitri Susanti mengatakan bahwa Rektor Universitas Indonesia (Konsultan UIAri Konkoro harus mengundurkan diri dari posisinya saat ini. Pasalnya, ia menjabat sebagai Wakil Komisaris Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI).

"Secara etik dia sudah tidak pantas menjadi rektor yang harusnya menjunjung tinggi etika akademik. Harusnya dia paham sendiri lah alias tahu diri, kalau masih punya etik sebagai pagar hidupnya," kata Bivitri saat dihubungi, Kamis, 22 Juli 2021.

Ari Kuncoro per hari ini telah mundur dari jabatannya sebagai Wakomut BRI. Namun Bivitri mengatakan hal ini tak menghapuskan fakta bahwa Ari telah melanggar Statuta UI sebelumnya.

Keberadaan PP nomor 75 tahun 2021 yang diterbitkan pada 2 Juli 2021 lalu, memang akhirnya membuat jabatan Rektor UI bisa merangkap jabatan lain di BUMN/BUMD, kecuali direksi. Namun Bivitri mengatakan PP tersebut bersifat tidak berlaku surut. Artinya, sebelum PP itu terbit, Ari yang sudah sempat menjabat Wakomut BRI telah melanggar statuta, yang diatur dalam PP nomor 68 tahun 2013.

“Diduga, selama dia melanggar undang-undang, dia harus mengundurkan diri sebagai rektor, bukan sebagai komisaris,” kata Pavitri.

Pavitri juga mempersoalkan PP versi 75 Tahun 2021. Menurutnya, peraturan tersebut berpotensi menimbulkan benturan kepentingan profesional dan profesional. Di kampus, dia mengatakan konflik kepentingan bukan hanya masalah penilaian yang baik, tetapi juga tentang hubungan antara kampus dan pemerintah.

“Kampus sebagai wadah intelektual memiliki peran penting dalam demokrasi, menjadi alternatif suara pemerintah. Jika pejabat senior kampus memiliki kepentingan karena mereka memiliki posisi lain di pemerintahan, ini akan membuka peluang kebebasan akademik untuk dilanggar,” kata Pivetri.





Source link