Paguyuban Alawi minta pemerintah bantu pekerja informal terdampak PPKM darurat

oleh -0 views



13331 habib zen umar smith rabithah alawiyah

Suara.com – Ketua Umum Liga Alawi Habib Zain Omar Smith meminta pemerintah membantu masyarakat yang bekerja di sektor informal kecil yang mengalami pembatasan darurat kegiatan masyarakat (PPKM).

Habib Zain mengutip siaran pers di Jakarta, Selasa (20/), mengatakan: “Mereka sangat membutuhkan bantuan karena mata pencaharian mereka bersumber dari kebutuhan sehari-hari. Bantuan tersebut dapat melalui program bantuan tunai, sembako, bahkan subsidi listrik, dll. . ” . 7/2021).

Habib Zain menyatakan memahami bahwa dengan penerapan PPKM yang maksimal di daerah ini, peningkatan kasus COVID-19 dapat teratasi. Namun, di sisi lain, pemerintah juga tidak boleh melupakan nasib masyarakat, terutama mereka yang bekerja di sektor informal kecil, seperti pedagang kecil, pedagang kaki lima, dan buruh bangunan.

Ia sangat berharap pemerintah segera mengambil kebijakan yang memberikan perhatian besar pada sektor ini karena masyarakat pada golongan ini umumnya memiliki sumber daya dan modal yang sangat terbatas.

Baca juga:
Perpanjangan Darurat PPKM, Jokowi Siapkan 2 Juta Paket Obat Gratis

Artinya, jika mereka tidak dirawat di tengah berbagai pembatasan ini, hidup mereka akan jauh lebih sulit dan rumit, kata Habib Zain.

Habib Zain juga menyatakan bahwa upaya menjaga keselamatan jiwa bersama di bawah kendali COVID-19 di tanah air harus dilaksanakan secara komprehensif untuk saat ini. Artinya, di satu sisi pemerintah memperketat atau membatasi, namun di sisi lain juga memikirkan dampak luas yang akan ditimbulkan.

Salah satu dampak nyata yang dihadapi masyarakat saat ini adalah semakin terbatasnya akses mereka terhadap sumber daya ekonomi. Bahkan, beberapa orang sudah kehilangan pekerjaan, membuat nasib mereka semakin buruk.

“Untuk itu, kami berharap pemerintah dapat menerapkan kebijakan yang seimbang dan matang agar masyarakat tetap sehat, tetapi juga tidak kelaparan atau bahkan menghadapi risiko kematian,” kata Habib Zain.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Shalil Stakov. Ia menilai selama pelaksanaan PPKM darurat, perekonomian warga NU banyak yang terkoyak. Apalagi mayoritas warga Universitas Nil bekerja di sektor informal kecil informal

Baca juga:
Perpanjangan Darurat PPKM, Aturan Perubahan Apa yang Berlaku di Balikpapan?

“Mereka tidak bisa berbuat banyak. Mereka hanya bisa pasrah dan berharap bantuan dari pemerintah karena tidak bisa bekerja atau pendapatan mereka turun,” kata Jos Yahya, panggilan akrabnya.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *