Opsi untuk memberhentikan karyawan adalah opsi terakhir jika perpanjangan PPKM terus berlanjut

oleh -1 views
Pusat Perbelanjaan Mall Dery Ridwansah 5


JawaPos.com Kebijakan restriktif otomatis akan berdampak pada kegiatan ekonomi. Pengusaha mengakui bahwa rendahnya pendapatan suatu perusahaan akan mempengaruhi kinerja keuangan dalam memberikan upah atau gaji kepada karyawannya.

Selama ini, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Abindo) Haryadi Sukmani mengatakan pengusaha selama ini berusaha mempertahankan karyawannya meski terkena dampak darurat PPKM. Diperkirakan jika kebijakan tersebut sudah berjalan kurang dari sebulan, maka PHK tidak akan terjadi.

Menurut dia, selama ini perusahaan hanya mengambil kebijakan memberhentikan karyawan atau tidak memperbaharui kontrak karyawan. “Kalau lebih dari sebulan pasti impresif. Kalau dilonggarkan di 25, tidak akan ada PHK massal,” kata Abendo Kaden, Rabu (21/7) lewat konferensi pers virtual.

Namun, dia mengakui opsi pemutusan hubungan kerja (PHK) sudah mulai dibicarakan antara pengusaha dan pekerjanya. “Negosiasi ini sedang berlangsung di tingkat masing-masing perusahaan dan pembicaraan telah dilakukan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jimmy Kartiwa mengatakan pengusaha tekstil tidak bisa memperpanjang kontrak karyawannya jika PPKM diperpanjang. “Kalau terus diperpanjang, kami akan kurangi, dan kami akan mulai mengakhiri kontrak karyawan terlebih dahulu,” katanya.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI) Alfonzos Widjadja mengatakan, saat ini banyak karyawan mal mulai di-PHK. Pasalnya, operasional mal terpaksa dihentikan operasionalnya saat PPKM darurat.

Editor: Estu Suryowatiyo

Reporter: Romis Pinkasry





Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *