Momen horor saat MRT banjir di China

oleh -2 views
1626955541349 untitled design 2021 07 22t190457673


Video viral penumpang kereta bawah tanah di Zhengzhou, China terjebak banjir

Sedikitnya 12 orang tewas ketika sistem kereta bawah tanah di kota Zhengzhou, China, kebanjiran. Foto dari akun Weibo MerakiZz/ via AFP

Pada Selasa, 20 Juli 2021, salah satu kota terpadat di China ini diguyur hujan deras dari pagi hingga malam. Akibatnya, banjir juga melanda kota Zhengzhou yang juga berimbas pada jaringan kereta bawah tanah Rute 5. Dalam kecelakaan itu, ratusan penumpang terjebak banjir yang masuk ke gerbong, karena terowongan kereta bawah tanah sudah penuh air.

Penumpang yang selamat mengatakan mereka terjebak di dalam kereta selama lebih dari dua jam. Saat air keruh mulai meninggi, beberapa penumpang menangis. Situasinya sangat sibuk, dengan banyak orang berebut untuk mendapatkan oksigen darurat yang tersedia di atap gerobak.

“Ibuku segera mengirim sms, ‘Bu, kurasa aku tidak akan hidup. “Saya sangat takut,” kata seorang penumpang yang berbagi pengalaman horor di Weibo, platform mirip Twitter di China. “Aku benar-benar menyerah pada kematian.”

Kebanyakan kereta di sistem subway berhenti tiba-tiba pada pukul 18.00 waktu setempat. Menurut salah satu satpam yang bertugas di stasiun tersebut, saat diwawancarai Mingguan SelatanBahkan, ada upaya untuk memompa air dari rel. Namun, karena pemadaman listrik, upaya evakuasi dan pemompaan terganggu.

Sambil mengacu pada laporan Harian Pemuda China Mayoritas penumpang masih terjebak di dalam gerbong hingga pukul 21.00 waktu setempat. Saat itu, kereta hampir terendam air seukuran perut orang dewasa.

Beberapa penumpang berhasil memecahkan kaca dengan alat pemadam api dan melarikan diri lebih dulu. Hanya satu jam kemudian, tim evakuasi berhasil membuka pintu depan untuk menyelamatkan penumpang lainnya, termasuk wanita hamil dan orang tua yang hampir kehabisan napas. Secara total, diperkirakan 500 orang terjebak dalam jaringan kereta bawah tanah yang terendam banjir.

Menurut laporan pemerintah kota Zhengzhou, hingga 25 orang tewas dalam kecelakaan banjir tempo hari, termasuk 12 orang yang terjebak di jaringan kereta bawah tanah. Berbagai pengakuan para penyintas, serta foto dan video yang beredar di media sosial, membuat warga sekitar mengkritisi kesiapsiagaan pemerintah kota terhadap bencana di sarana transportasi umum.

Zhengzhou adalah ibu kota Provinsi Henan. Daerah tersebut telah melihat hujan sangat deras sejak akhir pekan lalu. Menurut badan meteorologi setempat, intensitas curah hujan yang tidak normal “terjadi hanya sekali dalam seribu tahun”.

Selain MRT, berbeda Fasilitas umum lainnya di Zhengzhou lumpuh. Termasuk Rumah Sakit Pusat yang saat ini merawat 10.000 pasien yang mengalami pemadaman listrik akibat banjir yang masuk ke area rumah sakit. Dan karena proses evakuasi masih berlangsung hingga artikel ini diterbitkan, jumlah korban meninggal akibat banjir masih bisa bertambah.

Para ahli dan warga tidak hanya menyalahkan hujan deras. Diduga kebijakan Pemprov DKI yang mengizinkan pembangunan di kawasan pegunungan memperparah dampak hujan deras kemarin. Selain itu, sistem drainase di provinsi tengah China dikritik, karena mengubah daerah pemukiman dan komersial menjadi laut improvisasi di tengah cuaca buruk.

Peneliti menilai insiden serupa yang bisa terulang di masa depan, Pertimbangkan efek perubahan iklim Dampak anomali cuaca di China. Banjir tersebut bahkan lebih ironis, karena Zhengzhou sebenarnya adalah kota percontohan yang ramah lingkungan, menerima dana hingga 53 miliar yuan untuk mengembangkan infrastruktur yang disinyalir mampu menahan badai hingga 50 tahun.

Ikuti Viola Chu di Indonesia.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *