Menteri Pertanian akan menjalankan menuntut agar program pertanian di daerah selaras dengan kepentingan rakyat

oleh -0 views
1626906731 statik.tempo .co


informasi nasional Menteri Pertanian, Siaher Yassin Limbu, meminta pemerintah daerah bisa merencanakan program pertanian yang melayani kepentingan rakyat. Sehrul menekankan bahwa kebijakan dan program pertanian harus dirasakan oleh masyarakat dan dapat berperan besar dalam menghidupkan kembali perekonomian nasional.

“Program yang kita jalankan harus  didasarkan pada kepentingan rakyat. Dengan begitu, program kita bisa jadi kekuatan dalam memulihkan ekonomi daerah maupun nasional,” sebut Syahrul saat memberikan sambutan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan Pertanian (Musrenbangtan) Nasional 2021 yang diselenggarakan secara teleconference, Rabu, (21/7).

Karena itu, Syahrul berharap semua jajaran Kementerian Pertanian (Kementan) dan pemerintah daerah bekerja sama untuk menjadikan pertanian sebagai penopang pembangunan. “Ujungnya pertanian adalah memastikan kebutuhan pangan 270 juta jiwa rakyat Indonesia dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya,” tegasnya.

Pertanian pada masa pandemi memang membutuhkan perhatian yang lebih besar dari semua pemangku kebijakan. Karena situasi yang dihadapi bukan hal yang biasa, maka dalam pelaksanaan dibutuhkan perubahan paradigma dan pendekatan. “Negara sedang dalam kondisi turbulensi tinggi. Situasi sangat dinamis, butuh konsentrasi tinggi dari kita semua,” jelas Syahrul.

Syahrul mengarahkan para pelaku pembangunan pertanian untuk dapat memanfaatkan mekanisasi dan teknologi, serta mendorong penelitian pertanian. Penggunaan inovasi dan teknologi dapat meningkatkan produksi dan memberikan nilai tambah pada produksi.

Selain itu, ia juga meminta pemerintah daerah untuk terus berkoordinasi dengan pusat. Kepala dinas, baik di tingkat kabupaten maupun kota/kabupaten, sangat penting sebagai akselerator sinergi antara Dinas Pertanian dan daerah. Semua pemerintah daerah harus bisa membaca kebutuhan daerah masing-masing. Jika ada yang kurang silahkan berkoordinasi dengan general manager. “Agar antisipasi ini bisa terpenuhi,” kata Sihrul.

Syahrul meminta agar program pertanian tidak dianggap sebagai proyek. Ia mencontohkan program food real estate yang harus dilihat sebagai model perintis bagi daerah dalam mengembangkan pertanian ke depan.

“Tolong jangan menganggap food real estate sebagai bantuan proyek dari pemerintah. Food real estate adalah model empiris. Jangan lakukan ketika nanti berhasil, nanti tertinggal dan daerah lain harus meniru model pertanian yang dibangun. oleh distrik makanan.”

Syahrul sendiri meyakini pertanian bisa menjadi penyelamat perekonomian nasional. Di tengah pandemi COVID-19, sektor pertanian telah membuktikan kekuatan dan ketahanannya. Pertanian dapat terus tumbuh positif ketika hampir semua sektor ekonomi mengalami penurunan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada triwulan II-2020 PDB pertanian tumbuh 16,24 persen dibandingkan triwulan sebelumnya. Sementara itu, pada triwulan III dan IV, PDB pertanian tumbuh masing-masing sebesar 2,15 persen dan 2,59 persen jika dibandingkan secara tahunan (YoY). Demikian pula pada triwulan I tahun 2021, PDB pertanian masih tumbuh stabil di angka positif 2,95% sedangkan pertumbuhan ekonomi nasional dibangun sebesar 0,74%.





Source link