Menperin mendorong industri TIK untuk membangun pusat penelitian dan pengembangan pusat

oleh -0 views
F786826D 880B 4993 AF05 6014C609630F



F786826D 880B 4993 AF05 6014C609630F

Kami mendorong perusahaan ICT untuk melakukan penelitian dan pengembangan (R&D) sehingga mereka mendapatkan pengurangan pajak 300%

Jakarta (Antara) – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mendorong industri TIK untuk membangun pusat penelitian dan pengembangan di Indonesia.

Tujuannya untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi, serta meningkatkan Program Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN).

“Kami mendorong perusahaan ICT untuk melakukan research and development (R&D) sehingga bisa mendapatkan super tax break 300 persen,” kata Menperin dalam konferensi pers virtual tentang peningkatan penggunaan produk lokal di sektor pendidikan di Jakarta. Kamis.

Kegiatan penelitian dan pengembangan akan diarahkan untuk menurunkan produksi karena saat ini terjadi kelangkaan pasokan global.

“Hal ini berdampak pada produsen laptop lokal yang masih bergantung pada komponen impor sehingga pasokan produk laptop untuk kebutuhan lokal termasuk kebutuhan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terganggu,” kata Agus.

Untuk itu, Kemenperin akan bekerja sama dengan pelaku industri untuk memfasilitasi peningkatan investasi untuk memproduksi komponen TIK di dalam negeri.

“Selanjutnya kami meluncurkan Engineering Center for Laptop Products,” tambahnya.

Pusat teknik ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem laptop, mulai dari kekayaan intelektual (IP) hingga komponen utama dan dukungan untuk produk laptop di dalam negeri. Ini adalah kesempatan besar untuk mengembangkan industri TIK lokal. Tidak hanya untuk industri besar, tetapi juga untuk industri kecil.

“Berdasarkan perhitungan kami dengan produsen laptop, jika perakitan mencapai 1 juta hingga 1 juta unit laptop di dalam negeri, maka akan mendorong produsen ODM untuk lebih memperhatikan penguatan ekosistem laptop di Indonesia,” kata Menperin.

Saat ini, dengan dukungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, produk laptop yang dapat dirakit secara lokal telah menembus 400.000 unit.

“Tentunya kami akan memperluas pangsa pasar ini, dengan dukungan semua pihak untuk memperluas pangsa pasar laptop dalam negeri, termasuk komitmen dari pemerintah daerah untuk dapat semakin menyerap produk laptop dalam negeri,” ujarnya. .

Menperin optimis, sambil menciptakan pasar tertentu yang berkelanjutan untuk produk laptop, ia akan mendorong produsen lokal untuk membuat industrial design (IP) atau model lokal, desain elektrik, dan desain mekanik sehingga efisiensi laptop mendorong produksi di dalam negeri dan meningkatkan daya saing industri.

“Untuk menciptakan pasar dalam skala industri, perlu dimulai pembuatan laptop dengan standar dan desain yang sama, terutama untuk kebutuhan pemerintah, yang bisa dilakukan dengan mendirikan engineering center,” kata Agus.

Menurut dia, engineering center ini selain untuk merangsang produksi komputer laptop juga dapat dimanfaatkan untuk pengembangan industri semikonduktor dalam negeri.

Industri semikonduktor ini akan menjadi produk yang sangat strategis di masa depan, terutama di era industri 4.0.

Kementerian Perindustrian juga bertekad untuk terus meningkatkan kualitas SDM industri, termasuk sektor TIK lokal.

“Kami bekerja sama dengan para pemain di industri TIK untuk berperan aktif dalam menerapkan linkage and match antara program pendidikan vokasi dan pabrik pendidikan. Dari investasi ini, mereka dapat menikmati potongan pajak yang sangat besar hingga 200%.”

Baca juga: P3DN, Menperin: Industri TIK Lokal Siap Penuhi Kebutuhan Nasional

Baca juga: Menko Luhut: Kembangkan industri TIK lokal agar tidak impor

Reporter: Sila Banduarsa Garita
Editor: Ahmed Bashoury
Hak Cipta © Antara 2021



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *