Menko Luhut: Kembangkan industri TIK lokal agar tidak impor

oleh -3 views
IMG 20210622 WA0004 4 1



IMG 20210622 WA0004 4 1

Tentu kita juga tidak memenuhi kebutuhan kita 100 persen, tapi jangan sampai prosentasenya terlalu rendah sehingga dibuat di dalam negeri.

Jakarta (Antara) – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjitan kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk terus membangun industri TIK Tanah Air sehingga tidak lagi membutuhkan impor.

“Jadi kita semakin mengembangkan produk dalam negeri di bidang teknologi informasi, misalnya manufaktur Server dan Perangkat LunakAkhirnya, kami akan memproduksinya sendiri. “Tidak perlu lagi impor,” kata Menko Luhut dalam konferensi pers online tentang peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN) di bidang pendidikan, hari ini.

Menurut Menko Luhut, pandemi COVID-19 telah mengajarkan Indonesia bahwa selama ini Indonesia banyak mengandalkan negara lain. Pandemi telah menyadarkan Indonesia untuk mampu memperkuat kapasitas lokal.

“Sekarang dengan adanya pandemi, kita mulai mentransformasikan produk lokal kita agar tidak bergantung pada mereka dan ternyata kita bisa. Saya kira itu langkah yang bagus,” kata Menko Luhut.

Baca juga: P3DN, Menperin: Industri TIK Lokal Siap Penuhi Kebutuhan Nasional

Namun, kata dia, masih ada entitas yang ingin meraup untung melalui impor. Meski tidak menyukai impor, dia menyatakan sudah saatnya Indonesia memenuhi kebutuhannya sendiri.

“Namun masih ada ketidakjelasan pola pikir dari mereka yang masih ingin melihat produk luar negeri. Cukup. Tentu kebutuhan kita tidak 100 persen tetapi kita tidak membiarkan persentasenya terlalu rendah sehingga diproduksi dalam negeri,” kata Menteri Koordinator Luhut.

Ia mengungkapkan, ITB, ITS dan UGM saat ini menjalin kerjasama dengan industri TIK lokal untuk membentuk konsorsium produksi produk. papan Dan laptop “Merah Putih” oleh Dikti Edu.

“Saya kira di bawah Menteri Nadim (Mendikbud, Ristek) bagus kalau ini diluncurkan,” kata Menko Luhut.

Baca Juga: Menperin Serukan Industri Sertifikasi TKDN, Jadi Dapat Porsi Pengeluaran APBN

Selain itu, dia menekankan bahwa industri harus menerapkan perjanjian kompensasi Meningkatkan penelitian dan pengembangan (research and development), dengan mengikutsertakan pendidikan vokasi dan pendidikan tinggi sebagaimana tercantum dalam kontrak lamaran.

Pemerintah juga berupaya menghidupkan kembali industri TIK lokal melalui berbagai program, antara lain penyediaan akses pasar, serapan PDN melalui pengadaan barang/jasa pemerintah, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, kerjasama dengan sekolah kejuruan, perguruan tinggi dan industri, serta akses ke modal.

Pemerintah juga memberikan fasilitas sertifikasi TKDN gratis dengan menggunakan Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp 112 miliar untuk produk dengan
Nilai TKDN yang diharapkan di atas 25 persen, dengan maksimal 8 jenis produk untuk setiap industri.

“Kita semua patut berbangga dengan perangkat TIK yang dihasilkan anak bangsa. Kita harus menjadi motor penggerak kemajuan negara kita,” kata Menko Luhut.

Baca Juga: Luhut: Belanja Domestik Produk ICT Capai Rp 17 Triliun pada 2024

Reporter : Ade Irma Junida
Editor: Rasbian Fardani
Hak Cipta © Antara 2021



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *