Memenuhi kebutuhan nutrisi mutlak secara berkelanjutan

oleh -0 views



23178 mentan syahrul yasin limpo

Suara.com – Kebutuhan gizi merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi secara berkelanjutan, tidak boleh ada satu orang Indonesia pun yang kelaparan karena tidak dapat mencari makan.

Menteri Pertanian (Mintan), Syaher Yassin mengatakan, “Pertanian bukan hanya Kementerian Pertanian, tetapi melibatkan semua pihak untuk memenuhi ketersediaan pangan. Tidak ada warga kita yang harus menderita kelaparan. Insya Allah kita akan selalu berkecukupan. makanan.” limbung.

Ia mengatakan ketersediaan stok pangan harus dihitung secara akurat dan sesuai data lapangan. Upaya ini juga telah dilaksanakan selama ini, karena Kementerian Pertanian terus bekerja dengan melibatkan semua pihak, baik swasta maupun lembaga negara lainnya.

Berdasarkan catatan BPS, Kementerian Pertanian telah berhasil menjaga situasi gizi nasional tetap aman dan terkendali. Bahkan BPS melaporkan, panen padi pada 2021 diperkirakan mencapai 33 juta ton, dari pencapaian panen pada 2020 yang hanya 31,33 juta ton. Selain itu, stok beras di Badan Urusan Logistik (Bulog) sebanyak 1,39 juta ton, terdiri dari 1,37 juta beras cadangan pemerintah dan 14.765 ton stok komersial.

Baca juga:
Kembangkan Produk Manufaktur Dalam Negeri, Kementan Dapat Penghargaan dari DPD Sumbar

Tak hanya itu, BPS mencontohkan, sektor pertanian tumbuh sejak triwulan II 2020 sebesar 16,24 (QtoQ), dengan nilai ekspor pada periode Januari-Desember meningkat 15,79 persen atau sekitar Rp451,77 triliun. Pada triwulan I tahun 2021, sektor pertanian juga tumbuh meyakinkan dengan angka 2,95 (tahunan).

Di sisi lain, BPS mengindikasikan bahwa nilai tukar petani (NTP) dan nilai tukar usaha petani (NTUP) pada Mei 2021 mengalami peningkatan yang signifikan, yang terjadi terus menerus sejak Oktober 2020 hingga Mei 2021.

NTP Oktober 2020 mencapai 102,25, kemudian November 102,86, Desember 103,25, Januari 103,26, Februari 103,10 Maret 103,29, April 102,93, dan Mei tahun ini 103,29 atau naik 0,44 persen.

Demikian pula nilai tukar usaha petani yang terus meningkat sejak Oktober 2020 adalah 1002,42. Pada bulan November adalah 103,28, Desember 104,00, Januari 104,01, Februari 103,72, Maret 103,87, April 103,55 dan Mei bulan ini, dan jumlahnya mencapai 104,04, meningkat 0,48%.

Baru-baru ini, BPS mengumumkan nilai ekspor sektor pertanian pada Juni 2021 akan naik, yakni 33,04 persen (dari M ke M) atau 15,19 persen (Y-on-Y). Peningkatan tersebut terjadi setelah komoditas tanaman obat, aromatik, rempah-rempah, kopi dan sarang burung walet memberikan kontribusi ekspor yang cukup besar selama Juni 2021.

Baca juga:
Komite II DPD: Perekonomian nasional tumbuh di tengah pandemi berkat Kementerian Pertanian

Nilai ekspor dari sektor pertanian sebesar 0,32 miliar dolar AS, dan ekspor nonmigas nasional menyumbang 93,36 persen dari total nilai ekspor Juni 2021 yang sebesar 18,55 miliar dolar AS atau meningkat 9,52 persen. Secara kumulatif, ekspor nonmigas periode Januari-Juni mengalami peningkatan sebesar 94,35 persen, di antaranya sektor pertanian sebesar 1,95 miliar dollar AS atau meningkat 14,05 persen.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *