Lebih banyak anggaran 2020 untuk tangani Covid, Sri Mulyani: Ini kurangi utang

oleh -1 views
1626917386 statik.tempo .co


TEMPO.CODan Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, surplus saldo anggaran (SAL) 2020 sebesar Rp186,67 triliun yang tidak terserap dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan COVID-19 pada 2021.

"Penggunaan SAL ini mengurangi utang, terutama yang melalui penerbitan surat berharga negara (SBN) untuk membiayai peningkatan kebutuhan COVID-19," ujar Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KITA di Jakarta, Rabu 21 Juli 2021.

Dia menuturkan Kemenkeu akan mengoptimalisasi penggunaan SAL dan mengurangi pendanaan melalui utang untuk membiayai peningkatan anggaran COVID-19.

Sebanyak Rp15,8 triliun dari anggaran SAL tersebut telah dialokasikan dalam Undang-Undang (UU) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021. Untuk itu, masih ada dana SAL tahun lalu yang bisa digunakan sebanyak Rp150,8 triliun.

“DPR mengizinkan kami membahas rapor semester I menggunakan SAL 2020,” kata Sri Mulyani.

Selain penggunaan SAL, peningkatan kebutuhan penanganan COVID-19 akan dibiayai dengan realokasi belanja oleh beberapa kementerian/lembaga.

Sri Mulyani mengatakan peningkatan kebutuhan penanganan COVID-19 tertinggi terdapat pada pekerjaan kesehatan dan bantuan sosial yang meningkat sebesar Rp55,21 triliun, sehingga alokasi Program Pemulihan Ekonomi Nasional 2021 menjadi Rp744 triliun. 75 triliun.

Sri Mulyani menegaskan dinamika yang berbeda tersebut menyebabkan APBN 2021 terus mengalami perubahan, terutama dari perubahan belanja kementerian/lembaga yang sedang dikembangkan. Fokus kembali Tahap keempat.

Baca: Sri Mulyani merinci tambahan anggaran kesehatan Covid-19 Rp214 triliun





Source link