Kominfo siap pindah ke siaran digital 17 Agustus

oleh -3 views
netflix 3733812 1920



netflix 3733812 1920

Jakarta (Antara) – Kementerian Komunikasi dan Informatika bersiap menghentikan siaran TV analog tahap pertama paling lambat 17 Agustus.

“Pemerintah dan pemangku kepentingan akan terus melakukan persiapan hingga transisi ke penyiaran digital pada 17 Agustus 2021 berjalan dengan baik,” kata Komininfo dalam siaran pers, Kamis.

Analog Switching (ASO) tahap pertama akan berlangsung di wilayah penyiaran Aceh 1 yaitu Aceh Besar dan kota Banda Aceh; Kepulauan Riau 1 di Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kota Batam dan Kota Tanjung Pinang; Banten 1 di Kabupaten Serang, Kota Cilegon dan Kota Serang; Kalimantan 1 di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kota Samarinda dan Kota Bontang; Kalimantan Utara 1 di Kota Bulungan dan Kota Tarakan; dan Kalimantan Utara di Kabupaten Nunukan.

Baca juga: Tanda tangan digital penting dalam akselerasi pertumbuhan ekonomi

Pemerintah mewajibkan masyarakat yang tinggal di wilayah ASO Phase 1 untuk segera beralih ke siaran digital karena hampir semua siaran analog kini tersedia dengan kualitas siaran digital yang lebih baik.

Siaran TV digital dapat dilihat melalui televisi yang dapat menangkap siaran digital. Jika TV tidak mendukung, penonton dapat memasang perangkat yang disebut dekoder.

Saat ini, Kominfo sedang mempersiapkan untuk mendistribusikan penerima kepada keluarga miskin. Receiver ini berasal dari kontribusi relatif regulator multicast dan pemerintah melalui TVRI.

Set top box ASO tahap pertama akan didistribusikan oleh Surya Citra Media, Media dan grup Rajawali sebagai penyiar swasta yang memenuhi kriteria. LPS akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota yang lahannya termasuk dalam ASO Tahap I.

Sejak 9 April lalu, Kominfo melalui tim evaluasi penyelenggara siaran TV digital terestrial telah melakukan penilaian untuk menetapkan status LPS sebagai penyelenggara multipleks siaran TV digital di 12 provinsi.

Penilaian tersebut didasarkan pada sembilan pertimbangan, yakni perlindungan kepentingan nasional. distribusi informasi yang adil; kesiapan infrastruktur multiplexing penyelenggara siaran; identifikasi operator multipleks yang telah melakukan investasi sebelumnya; perencanaan penggunaan spektrum frekuensi radio dan/atau pencegahan interferensi frekuensi radio; kesiapan ekosistem untuk penyiaran; efisiensi industri penyiaran; perlindungan investasi; Wow
Bersiap untuk Mengakhiri Analog Switch Off / ASO.

Setelah penilaian, tiga LPS dinyatakan memenuhi kriteria, yaitu Surya Citra Media Group yang terdiri dari SCTV dan Indosiar di 12 provinsi, Media Group yaitu Metro TV di 11 provinsi, dan Rajawali Group yang merupakan RTV di satu provinsi.

Evaluasi empat grup lainnya masih berlangsung, yakni Trans Media, Media Nusantara Citra, Berita Satu, dan Viva.

Baca juga: Kominfo-BAPPEBTI Tutup 622 Situs Perdagangan Berjangka Tanpa Izin

Baca juga: Rajutan Nusantara dari Industri Mainan

Baca juga: Menkominfo Apresiasi Website Qurban di Tengah Pandemi

Reporter: Natisha Andarningtyas
Editor: Maria Rosario Doy Putri
Hak Cipta © Antara 2021



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *