KKP ganggu dua kapal ilegal dari Malaysia

oleh -2 views
190312124635 118


Penangkapan kedua kapal tersebut memakan waktu 35 menit setelah saling mengejar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan melakukan penertiban terhadap dua kapal penangkap ikan asing ilegal asal Malaysia. Kedua kapal tersebut ditangkap karena menggunakan alat tangkap yang tidak ramah lingkungan, yaitu: memancing pukat, di perairan Selat Malaka dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Kami mengkonfirmasi penangkapan dua kapal illegal fishing berbendera Malaysia akhir pekan lalu di WPPNRI (Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia) 571 Selat Malaka,” kata Pj Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Antam Novambar di siaran pers di Jakarta, Kamis (22/7).

Antam mengatakan bahwa penangkapan kapal ilegal Malaysia dengan sebutan KHF 1764 dilakukan oleh Kapal Pemantau Perikanan Hiu 03 yang dikomandoi Johannes Telong di landas kontinen Indonesia pada 17 Juli. Sementara itu, kapal lain bernama SLFA 5124 ditangkap oleh Shark Watching Ship 01 yang dikomandoi Essing, di dekat perairan Bagan Readyiapi pada 18 Juli.

Salah satu kapal kami Berdedikasi ke pangkalan PSDKP di Batam, sedangkan kapal lainnya ke stasiun PSDKP Belawan,” kata Antam.

Dalam video dokumentasi yang diberikan kepada awak media, kapal tersebut ditangkap setelah terlihat kapal penangkap ikan asal Malaysia tersebut berusaha kabur dengan terus melakukan manuver berbahaya guna kabur dari Kapal Pemantau Perikanan Ditjen Perikanan Laut. . PSDKP KKP. Selain itu, ada juga alat tangkap memancing pukat Mereka masih di dalam air dan digunakan untuk mencegah penangkapan oleh petugas.

“Kapal asing ilegal ini mencoba lari, dipercepat dengan kecepatan tinggi, kapal ini juga menghalangi kami dengan tali dan alat tangkap, kami mengejarnya selama sekitar 35 menit dan akhirnya berhasil melumpuhkannya,” kata Bong Nugroho, Direktur Pengendalian dan Operasi Armada . Saxon.

Bong Nugroho membenarkan bahwa petugas Direktorat Jenderal Keamanan Publik di Prefektur Kagou KKP Tetap waspada dan terus melakukan pengawasan di laut, termasuk selama masa pelaksanaan PPKM. Hal ini dilakukan untuk mengetahui tentang pencurian ikan yang dilakukan dengan memanfaatkan wabah. Dengan penangkapan dua kapal asing ilegal tersebut, KKP menangkap 124 kapal selama tahun 2021, terdiri dari 81 kapal penangkap ikan Indonesia yang melanggar ketentuan dan 43 kapal penangkap ikan asing yang mencuri ikan, dengan rincian 14 kapal berbendera Malaysia, 6 kapal Filipina ditangguhkan. Dengan bendera dan 23 kapal yang mengibarkan bendera Indonesia.

Sumber: Antara





Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *