Kepala BIN ingatkan jangan termakan hoaks vaksin Covid-19

oleh -2 views
1626895420 statik.tempo .co


TEMPO.CODan Jakarta – Kepala Badan Intelijen Negara, Jenderal Polisi (Bern), Budi Gunawan mengingatkan masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan penipuan tentang Serum Menyesatkan di media sosial. “Vaksin ini penting. Virus Covid-19 itu nyata. Sudah memakan banyak korban,” katanya dalam siaran pers yang diterima Tempo, Rabu, 21 Januari 2021.

Budi Gunawan mengatakan bahwa korban akibat Covid-19 tidak hanya ada di Indonesia, namun di semua negara. Ia mengingatkan agar semua orang harus pro-aktif untuk divaksin. Harapannya, ketika orang sudah mengikuti vaksinasi maka kemungkinan untuk sembuh setelah terinfeksi akan lebih besar. “WHO menegaskan pandemi ini masih panjang dan berujung menjadi penyakit musiman, oleh karena itu, kita harus terus mengantisipasi hal ini dengan menerapkan protokol kesehatan dan segera vaksin untuk meningkatkan imun,” katanya.

Ia pun mengimbau agar masyarakat disiplin dalam protokol kesehatan, seperti menggunakan masker dobel. Maklum, varian baru Covid-19 penularannya cepat, lebih ganas, dan bisa menembus beberapa masker yang tipis. Penerapan protokol kesehatan, dinilainya sebagai kunci untuk pencegahan juga hindari kerumunan lebih dari lima orang, termasuk menjaga jarak.

“Pemerintah sangat peduli menyelamatkan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, warga saling bahu membahu mendukung pemerintah. Bila kita bersatu, maka Indonesia bisa menghadapi pandemi ini. Untuk Indonesia yang sehat,” kata Budi Gunawan.

BIN telah menyiapkan 3000 vaksinasi dan 3000 bansos bagi siswa SMP dan SMA serta warga wilayah Jawa Tengah. Hal ini dilakukan dalam rangka menciptakan kekebalan masyarakat atau kekebalan kawanan Akhir tahun 2021. “Pak Presiden BIN sudah memerintahkan vaksinasi untuk siswa SMP dan SMA setelah sebelumnya guru divaksinasi,” kata Budi Gunawan.

mengadopsi sistem bin Dari pintu ke pintu Dari beberapa negara, seperti Afrika, Eropa dan banyak negara Asia, termasuk Amerika Serikat. dengan pesanan pintu ke pintu Hal ini diharapkan dapat membantu mencapai tujuan vaksinasi 70 persen dari populasi.

Sistem Dari pintu ke pintu Ini dianggap paling efektif, karena bisa menjangkau 59-70 persen orang di negaranya. Hal ini diharapkan juga terjadi di Indonesia. “Hari ini kita turun ke Jawa Tengah, seperti sebelumnya di Jawa Barat dan Banten, dan saat ini juga dilaksanakan serentak di lima provinsi lainnya yaitu Jawa Barat, Banten, Kalimantan Timur, Riau dan Sulawesi Selatan yang daerah merah, tetapi tingkat Vaksinasi masih rendah.”

vaksinasi pintu ke pintu Dilakukan di rumah-rumah, karena kumpul-kumpul di rumah meningkat tajam terutama di daerah-daerah hitam, seperti Jawa Tengah (Jawa Tengah). Pertimbangannya perumahan padat penduduk dan program masih sangat terjangkau vaksinasi Karena keterbatasan akses dan pelaksanaan PPKM darurat, sehingga mereka takut keluar rumah untuk berhadapan dengan keramaian atau mendatanginya.

sedang membaca: BIN bawa vaksin Covid-19 untuk 30.000 pelajar SMP dan SMA





Source link