Kemensos tidak pernah menerbitkan surat berantai untuk menyalurkan bantuan sosial senilai Rp 300.000

oleh -0 views


CpzLab.com – Kementerian Sosial (Kemensos) menyampaikan apresiasi dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada pihak kepolisian yang dengan cepat berhasil mengamankan pelaku https://subsidippkm.online. Langkah tegas polisi adalah menanggapi laporan Kemensos terkait penyebaran berita bohong (bohong) yang mengatasnamakan Kemensos.

“Kami mengucapkan terima kasih dan mendukung penuh respon cepat dan tegas Polri yang mengambil langkah-langkah penegakan hukum untuk mengamankan para pelaku. Kami berharap tindakan penegakan hukum ini akan memberikan efek jera bagi para pelaku,” kata Hashem dalam keterangannya, Selasa (20/7), dan pihak lain mengambil langkah serupa.

Melalui tautan https://subsidippkm.online/pembagi-subsidi/?PPKMjuli#1625647777785, website ini telah mengedarkan surat berantai berisi formulir pendaftaran bantuan sosial PPKM Rp 300.000 dengan menjawab beberapa pertanyaan. Melalui formulir berlogo Kemensos, pendaftar diminta untuk membagikannya kepada teman-teman melalui aplikasi WhatsApp Kemudian Anda akan menerima konfirmasi melalui SMS.

“Pesan itu hoax. Kemensos belum pernah membuat website untuk mendaftarkan penerima bantuan sosial senilai Rp 300.000. Apalagi dalam bentuk surat berantai,” kata Hashem.

Kementerian Sosial mengeluarkan surat yang menyangkal bahwa surat berantai itu bohong atau hoaks melalui akun resmi kementerian. Namun dalam perkembangannya, sanggahan terhadap berita bohong saja tidak cukup.

Untuk itu, Kemensos melalui Kantor Hukum menyampaikan laporan resmi ke Polda Metro Jaya pada Kamis (8/7). Alhasil, Polda Metro Jaya berhasil menangkap para pelaku yang beraksi sejak November 2020. Para pelaku mendapat penghasilan sekitar Rp 1,5 miliar dari iklan.

Diduga pelaku dijerat Pasal 35 jo Pasal 51 UU ITE dengan ancaman 12 tahun penjara.

Pelaporan ke aparat penegak hukum dilakukan dengan mempertimbangkan konten yang dianggap pencemaran nama baik Kementerian Sosial yang saat ini mendapat tugas di bidang perlindungan sosial bagi masyarakat yang terkena wabah.

“Seluruh energi dan fokus perhatian negara, termasuk Kementerian Sosial, kini diarahkan untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terkena wabah. Isinya sangat meresahkan dan merugikan upaya serius penanggulangan wabah karena mengganggu dan mengganggu kepercayaan publik terhadap pemerintah.”

Hashem mengimbau masyarakat untuk tidak mengutak-atik dengan memberikan informasi yang menyesatkan, terutama terkait bansos. Di tengah keadaan darurat, orang sangat membutuhkan bantuan karena bisa kehilangan penghasilan atau kehilangan pekerjaan.

Lalu ada pula yang mempermainkan ekspektasi publik terhadap berita bohong. Menurut saya ini sangat memalukan. Hashem mengatakan bahwa tindakan para pelaku merugikan upaya kolektif kami untuk memerangi epidemi, dan kerja keras kami meringankan beban masyarakat.”

Diharapkan masyarakat tidak mudah tergiur dan percaya dengan berbagai informasi yang berkembang khususnya di bidang dunia maya. Menurutnya, jika ada yang ingin meminta klarifikasi bisa mengakses kanal informasi resmi pemerintah, dan bisa membuka website resmi Kementerian Sosial atau melalui website https://cekbansos.kemensos.go.id.

Hashem tidak menampik, sebagai upaya menghadapi dampak pandemi, pemerintah melalui Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) memberikan perlindungan sosial yang salah satunya berupa bantuan sosial tunai (BST) hingga 10 juta rupiah. Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Sejak April 2020, Kementerian Sosial telah menyalurkan BST senilai Rp 300.000 per bulan melalui PT Pos Indonesia.

Untuk tahun 2021, BST akan didistribusikan mulai Januari hingga April. Kemudian BST ditambah selama dua bulan yaitu Mei dan Juni dan didistribusikan secara bersamaan di bulan Juli.”

Diakui, penerima BST adalah keluarga yang terdaftar dalam Data Kepedulian Sosial Terpadu (DTKS) yang diusulkan oleh pemerintah daerah, dari Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial, dari lembaga kesejahteraan sosial atau dari badan hukum.

Redaktur: Radio Bintang

Reporter: Mohamed Radwan




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *