Karyawan bolos kerja dengan hasil tes positif COVID-19 palsu: Polisi

oleh -1 views
Swab test


Seringkali, hasil tes PCR negatif diinginkan untuk alasan kemudahan atau sebagai persyaratan administrasi, karena munculnya penjahat yang menjual hasil negatif palsu adalah malam yang tak terhindarkan. Di Jakarta, tampaknya ada permintaan untuk hasil positif palsu, yang memicu tren kriminal.

Polda Metro Jaya baru-baru ini menangkap empat orang yang diduga menjual hasil tes COVID-19 palsu melalui platform media sosial. Sementara para tersangka memiliki klien yang meminta hasil negatif palsu, mereka juga melayani mereka yang meminta hasil positif palsu.

“Ini lebih aneh lagi. Jadi masyarakat tidak hanya meminta hasil negatif, tetapi juga meminta hasil positif,” kata Juru Bicara Polda Metro Jaya Younes. Dia berkata.

“Klien yang meminta hasil positif biasanya orang yang tidak mau bekerja. [Having COVID-19] Dia membebaskan mereka dari pekerjaan sampai mereka diperintahkan [from the suspects] Dan dia membayar 170.000 rupiah Indonesia (US$11,73).”

Masing-masing terdakwa bisa menghadapi hukuman enam tahun penjara karena pemalsuan dokumen. Polisi tidak mengatakan apakah mereka akan mengejar agen tersebut atau tidak.

Indonesia tidak kekurangan orang yang menipu sistem untuk keuntungan pribadi di tengah pandemi. Dalam satu kasus yang sangat mengkhawatirkan, polisi memperkirakan bahwa setidaknya 9.000 orang telah disiram dengan alat tes yang digunakan kembali di Sumatera Utara sebagai bagian dari skema untuk memotong biaya oleh staf laboratorium.

Berlangganan Podcast Kelapa untuk berita dan budaya pop terpanas dari Asia Tenggara dan Hong Kong setiap hari Jumat!



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *