Jokowi Perpanjang PPKM Hingga 25 Juni, Ekonom: Amunisi Habis

oleh -0 views


TEMPO.CO, Jakarta – Direktur Pusat Studi Ekonomi dan Hukum atau Celios Bhima Yudhistira mengevaluasi langkah Presiden Joko Widodo alias Jokowi Perpanjangan PPKM darurat hingga 25 Juni menkamukan anggaran pemerintah sudah habis. Pasalnya, masa perpanjangan tidak lebih dari seminggu.

“Kehabisan amunisi dari sisi anggaran untuk melanjutkan PPKM. Padahal kasus harian masih tinggi dan pengetatan mobilitas masih diperlukan,” ujar Bhima saat dihubungi pada Selasa, 20 Juli 2021.

Sikap tersebut, kata Bhima, juga memperlihatkan bahwa pemerintah khawatir akan adanya lonjakan angka kemiskinan jika PPKM Darurat diperpanjang sampai 14 hari. Di saat yang sama, pemerintah mencemaskan adanya gelombang lonjakan angka pemutusan hubungan kerja atau PHK.

Ketakutan pemerintah terhadap kurangnya anggaran maupun penurunan kelas sosial masyarakat, menurut Bhima, bisa diantisipasi. Pemerintah dapat menambah bantuan tunai untuk membantu pelaku usaha mikro maupun masyarakat terdampak lainnya dari anggaran yang telah dialokasikan saat ini.

Proyek-proyek besar telah ditunda sebelum uang dapat ditransfer, tetapi pemerintah tidak menginginkan itu. Akibatnya, kebijakan untuk menangani pandemi ini membingungkan masyarakat.”

Bhima mengatakan jika tujuannya untuk mengendalikan epidemi, pemerintah perlu mendengarkan saran para ahli kesehatan dengan indikator yang lebih jelas. Bima juga mempertanyakan efektivitas perpanjangan PPKM darurat selama kurang lebih satu minggu. Dia menilai dampak pemulihan dari krisis karena wabah akan kecil.