Jika jumlah kasus berkurang, ekonomi 26 Juli akan dibuka secara bertahap!

oleh -2 views



jokowi di sidang pbb biro pers kepresidenan 169

Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan siaran pers terkait perkembangan terkini darurat PPKM. Itu juga muncul di saluran YouTube Kepresidenan Republik, Selasa (20/7/2021).

Jokowi mengungkapkan pemerintah memperpanjang PPKM darurat hingga 25 Juli, kemudian menerapkan pembukaan ekonomi secara bertahap mulai 26 Juli 2021. Hal itu juga ditegaskan di akun Instagram-nya, Selasa (20/7).



[Gambas:Instagram]

Ia mengatakan, pemberlakuan PPKM darurat mulai 3 Juli 2021 merupakan kebijakan yang tak terelakkan, yang harus diikuti pemerintah meski sangat sulit. Jokowi menegaskan, pemerintah telah memutuskan untuk melanjutkan penerapan PPKM darurat hingga 25 Juli 2021, atau diperpanjang selama 5 hari.

Apalagi jika tren kasus terus menurun, maka pada 26 Juli 2021, pemerintah akan melakukan pembukaan bertahap beberapa jenis kegiatan ekonomi,” kata Jokowi di akun Instagram-nya.

Jokowi juga meminta semua pihak untuk bersinergi dan bahu-membahu melaksanakan PPKM ini, dengan harapan kasus Covid-19 segera berkurang dan beban rumah sakit berkurang.

Berikut pidato lengkap Presiden Jokowi pada Selasa malam (20/7):

Penerapan PPKM darurat yang dimulai pada 3 Juli 2021 merupakan kebijakan yang tidak bisa kita hindari, dan harus diambil pemerintah meski sangat sulit. Hal ini dilakukan untuk mengurangi penularan virus Corona Covid-19, dan untuk mengurangi kebutuhan masyarakat akan perawatan rumah sakit (RS), agar rumah sakit tidak lumpuh akibat kelebihan kapasitas pasien Covid-19 dan dengan demikian memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. pasien dengan penyakit serius lainnya. Jangan diganggu dan nyawa mereka terancam.

Tapi alhamdulillah, patut kita syukuri, setelah pelaksanaan PPKM darurat, terlihat dari data, jumlah kasus dan jumlah tempat tidur rumah sakit mengalami penurunan. Kami selalu mengamati dan memahami dinamika di lapangan, dan juga mendengarkan suara masyarakat yang terkena dampak PPKM.

Oleh karena itu, jika tren kasus terus menurun, maka pada 26 Juli 2021, pemerintah akan melakukan pembukaan secara bertahap.

Pasar tradisional yang menjual kebutuhan pokok sehari-hari diperbolehkan buka hingga pukul 20.00 dengan kapasitas pengunjung 50%. Pasar tradisional, selain yang menjual kebutuhan pokok sehari-hari, diperbolehkan buka hingga pukul 15.00 dengan kapasitas maksimal 50%, tentunya dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat yang diatur oleh pemerintah daerah.

Pedagang kaki lima, toko kelontong, agen/outlet kupon kupon, salon rambut, binatu, pedagang kaki lima, bengkel kecil, pencuci mobil, dan usaha kecil sejenis lainnya diizinkan untuk membuka protokol kesehatan yang ketat hingga pukul 21:00, dan pengaturan teknis akan diatur oleh pemerintah daerah.

Warung makan, PKL, warung PKL dan sejenisnya yang memiliki tempat kerja di ruang terbuka dengan protokol sanitasi yang ketat diperbolehkan buka sampai pukul 21:00 dan waktu makan maksimal untuk setiap pengunjung adalah 30 menit. Sementara itu, kegiatan lain di sektor esensial dan kritis, baik di sektor pemerintah maupun swasta, serta terkait dengan protokol perjalanan akan dijelaskan secara terpisah.

Saya mohon agar kita semua bisa bersinergi dan bahu membahu untuk melaksanakan PPKM ini, dengan harapan kasus segera berkurang dan tekanan terhadap rumah sakit juga berkurang. Untuk itu, kita semua harus meningkatkan kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan, mengisolasi orang yang menunjukkan gejala dan memberikan pengobatan sesegera mungkin. Pemerintah akan terus membagikan paket obat gratis untuk OTG dan gejala ringan, yang direncanakan mencapai dua juta paket obat.

Lalu bagaimana dengan membantu masyarakat terdampak? Untuk meringankan beban masyarakat terdampak, pemerintah telah mengalokasikan tambahan anggaran perlindungan sosial sebesar Rp55,21 triliun, berupa bantuan tunai yaitu BST, BLT Desa dan PKH, serta bantuan sembako, bantuan jatah internet, dan listrik. subsidi.

Pemerintah juga memberikan insentif bagi usaha kecil informal sebesar Rp 1,2 juta untuk sekitar satu juta usaha kecil dan telah memerintahkan menteri terkait untuk segera menyalurkan bantuan sosial kepada warga yang berhak.

Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat, seluruh komponen bangsa, untuk bersatu melawan Covid-19. Memang keadaan ini sangat sulit, namun dengan usaha kita bersama, insya Allah kita dapat segera terbebas dari Covid-19 dan kegiatan sosial dan kegiatan sosial, serta kegiatan ekonomi masyarakat dapat kembali normal.

[Gambas:Video CNBC]

(halo/hoi)





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *