Ini yang menjadi perhatian terbesar Sri Mulyani dan Menkeu di dunia!

oleh -1 views



menteri keuangan sri mulyani saat konferensi pers tindak lanjut terkait perkembangan terkini penerapan ppkm tangkapan layar yo 5 169

Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa negara-negara G20 telah menyiapkan langkah lebih untuk meningkatkan koordinasi antar negara dalam menangani wabah penyakit di masa depan.

Sri Mulyani mengungkapkan, pandemi Covid-19, meski perekonomian global secara umum membaik, namun dianalisis dari masing-masing negara, antar sektor masih belum merata (dibedakan) dan akan dibayangi oleh kerugian atau risiko penurunan.

Sri Mulyani mengatakan pada konferensi pers APBNKita pada hari Rabu: “Ketimpangan ekonomi akan menyebabkan komplikasi dalam koordinasi kebijakan antar negara, beberapa di antaranya semakin tinggi, masih dalam keadaan belum pulih dan kebijakan akan tetap lebar. (21/7/2021).



Sri Mulyani mengatakan, risiko penurunan juga akan dipengaruhi oleh kecepatan vaksinasi dan penyebaran varian baru Covid-19. Selama tidak ada pemerataan vaksin, virus akan selalu bermutasi.

Di sisi lain, kebijakan untuk tidak menghentikan politik terlalu dini akan menyebabkan perekonomian kembali memburuk.

“Untuk saat ini, diskusi dengan menteri keuangan di seluruh dunia dan gubernur bank global melihat semua data, apakah pemulihan kuat dan dapat menentukan kebijakan konsolidasi,” lanjut Sri Mulyani.

Oleh karena itu, Komisi Independen Tingkat Tinggi G-20 untuk Pembiayaan Umum Global untuk Kesiapsiagaan dan Respon Ekonomi (HLIP) menyajikan laporan sementara tentang rekomendasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan global untuk pandemi di masa depan.

Sri Mulyani mengatakan G20 akan mempersiapkan Global Health Threats Fund untuk memobilisasi dana sebesar $10 miliar per tahun selama lima tahun dan Global Health Threats Council untuk melakukan pengawasan pembiayaan dan koordinasi internasional.

“Oleh karena itu akan ada dana bersama sebesar 50 miliar dolar AS yang digunakan oleh dana untuk menangani ancaman terhadap sistem kesehatan global dan papan pelacak kesehatan akan dibentuk yang akan menentukan sumber dana tersebut yang akan digunakan atau dipantau,” kata Sri Mulyani. Oktober”.

Pada Forum G20 juga disepakati untuk memberikan dukungan kepada negara-negara miskin melalui implementasi Common Framework for Debt Remediation di luar mekanisme DSSI untuk membantu meringankan beban pembiayaan negara-negara miskin dalam pemulihan ekonomi. Sejalan dengan dorongan untuk meningkatkan penyaluran pembiayaan dari lembaga keuangan internasional.

“Ini dalam konteks negara-negara berpenghasilan rendah yang situasi penanganan utangnya saat ini berada dalam situasi yang sulit, baik dari segi finansial maupun dalam penyediaan vaksin,” ujarnya.

Kemudian menyusun G-20 Roadmap on Sustainable Finance sebagai panduan global dalam pengembangan pembiayaan untuk pembangunan berkelanjutan.

Kemudian, masih dari sektor keuangan, Sri Mulyani kembali menegaskan komitmen G20 untuk menjaga stabilitas sektor keuangan, sekaligus memastikan sektor keuangan memberikan dukungan yang optimal dalam menanggapi pandemi dan pemulihan ekonomi.

“Selain itu, negara-negara G20 juga menyepakati konsensus global Aeroson Rule and Profit Shifting (BEPS) perpajakan ekonomi digital, yang merupakan dorongan tepat untuk memperbaiki arsitektur perpajakan internasional Indonesia,” jelas Sri Mulyani.

[Gambas:Video CNBC]

(mig/mig)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *