Implementasi PPKM darurat mendorong pertumbuhan transaksi digital

oleh -0 views



61059 menko airlangga hartarto

Suara.com – Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat (PPKM) berpotensi mendorong pertumbuhan transaksi digital yang pada akhirnya mendukung upaya pemulihan ekonomi yang dikutip Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Marit Cibelas Surakarta, Iza Mafroha.

Ia menilai pemberlakuan PPKM darurat mulai 3-20 Juli 2021 berpotensi meningkatkan tren transaksi ekonomi digital di Indonesia.

“Pembatasan aktivitas masyarakat ini mendorong masyarakat untuk mengasah kreativitas dan mencari jalan agar pekerjaannya tidak terhenti, karena kondisi pandemi yang menuntut masyarakat untuk bertahan dan beradaptasi,” ujarnya dalam diskusi online melalui akun Instagram @perekonomian. .maju bertajuk ‘Kelangsungan Hidup Ekonomi Indonesia di Tengah, salah satunya menggunakan handphone, seperti berjualan lewat WhatsApp serta platform digital dan ojek online. Dari PPKM Darurat, Jum (16/7/2021).

Untuk menggerakkan perekonomian Indonesia, ada beberapa tahapan yang harus dilalui masyarakat, kata Azza. Pertama, fase penyelamatan, di mana bantuan ekonomi diberikan kepada masyarakat sebagai akibat dari epidemi.

Baca juga:
Menjaga Keamanan Hari Raya Kurban Selama Pandemi

Azza kemudian menyampaikan bahwa tahap kedua adalah pemantapan, dimana masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa dengan menerapkan protokol kesehatan. Dan tahap ketiga, adalah pemulihan, yaitu tahap di mana masyarakat mulai berdamai dengan kondisi epidemi dan melakukan segala aktivitas dengan pola kebiasaan baru.

Jadi fase pemulihan ini terjadi pada akhir tahun 2020 dan awal tahun 2021, saat aktivitas ekonomi mulai pulih. Tapi sekarang kita kembali ke fase penyelamatan, dengan pembatasan ketat dan peningkatan kasus hingga 56 ribu kasus per hari akibat kebosanan masyarakat dan pelonggaran protokol kesehatan.”

Namun, kata Azza, situasi masyarakat saat ini lebih siap dibandingkan saat awal pandemi. Salah satunya, sektor padat karya, seperti industri batik di kota Solo, masih bisa beroperasi dengan kreativitas yang sudah dimiliki sejak awal wabah, yakni online.

“Jadi saya kira, meski sektor pariwisata seperti hotel, restoran, bahkan transportasi terpukul keras. Namun, sektor e-commerce, pengiriman, logistik, dan telemedicine akan tumbuh meskipun penerapan PPKM darurat. Banyak UMKM yang sudah beradaptasi. banyak sejak awal epidemi.”

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga menjadi Ketua Panitia Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Airlangga Hartarto, mengatakan pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2021 akan tumbuh sebesar 3,7-4,5 per tahun. sen.

Baca juga:
Pencapaian Program Pendidikan Nasional pada tahun 2020 tidak mencapai 100%

“3,7-4,5 persen itu seluruh 2021, dan itu masih skenario. Jadi, kita masih melihat perkembangan Covid-19, kapan varian delta bisa ditangani. Tentu untuk kuartal kedua, pemerintah melihat konferensi pers virtual pada Senin (5/7/2021) Angka 7 persen itu masih memungkinkan.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *