IHSG Melonjak, Samuel Sekuritas: Setelah Pergerakan Global dan Regional Positif

oleh -1 views
1626938147 statik.tempo .co


TEMPO.CODan Jakarta Indeks harga saham gabungan IHSG Ia melonjak sangat tajam pada sesi perdagangan pertama hari ini, Kamis 22 Juli 2021, dan berhasil menembus level 6.100. Indeks akhirnya menutup sesi di level 6.107.

Tim Riset PT Samuel Sekuritas Indonesia menilai IHSG tampaknya berhasil mengikuti pergerakan positif dari bursa global maupun regional di sesi pertama perdagangan hari ini.

Sebagai gambaran, indeks saham AS ditutup menguat semalam, mulai dari DJIA naik 0,83 persen ke level 34,798, S&P500 naik 0,82 persen serta Nasdaq naik 0,92 persen. Kenaikan indeks tersebut dipicu oleh awal yang baik dari musim rilis laporan keuangan kuartal kedua 2021 di AS serta turunnya imbal hasil obligasi pemerintah maupun korporasi.

Faktor eksternal lainnya adalah sejumlah bursa utama Asia yang juga masih melanjutkan pergerakan positifnya hari ini. Beberapa di antaranya adalah Kospi dibuka menguat 0,78 persen dan Hang Seng naik 0,88 persen. Sedangkan bursa Jepang tutup karena hari libur nasional.

Hingga sesi perdagangan pertama tercatat hingga 316 persediaan Terkonsolidasi, 177 jatuh, dan 156 stagnan di sesi perdagangan pertama hari ini, nilai transaksi sebesar 6,6 triliun rupee. Sementara itu, arus masuk asing ke pasar modal negara juga terlihat bagus di sesi pertama hari ini, dengan pembelian asing bersih di pasar reguler mencapai Rs.523,3 miliar.

1017075 720

Adapun saham Hary Tanoesoedibjo Bank, MNC Bank (BABP) tercatat sebagai saham yang paling banyak dibeli investor asing pada sesi pertama hari ini, dengan nilai beli asing bersih sebesar Rs 222,1 miliar, disusul BBCA sebesar Rs 76,2 miliar dan ADRO sebesar Rs . Rp 42,6 miliar.

Sementara itu, saham Elang Mahkota Teknologi (EMTK) menjadi top seller oleh investor asing di pasar reguler pada sesi pertama hari ini, dengan nilai jual bersih Rp 33,7 miliar. Disusul PTPP dan SCMA dengan nilai jual bersih masing-masing Rp16,7 miliar dan Rp14,2 miliar.

Pada sesi pertama hari itu, saham empat bank besar bergerak positif. Saham keempat bank tersebut adalah BBNI yang naik signifikan (naik 5,6%), disusul BMRI (naik 2,1%), BBCA (naik 1,8%) dan BBRI (naik 1,5%).

Khusus untuk BBNI, hari ini merupakan hari pertama program buyback yang digagas manajemen bank pelat merah itu. Program ini dilakukan untuk membantu menstabilkan harga saham BBNI yang akhir-akhir ini cenderung menurun. BBNI sendiri telah menyiapkan anggaran hingga Rp 1,7 triliun untuk program buyback ini yang akan berlangsung hingga 21 Oktober.

Sektor lain yang menunjukkan pergerakan positif di sesi pertama hari ini adalah sektor batubara, dimana saham-saham banyak yang menguat, seperti INDY (naik 8%), PTBA (naik 5,6%), ADRO (naik 6,4%), ITMG ( naik 8%). 6,4 persen). meningkat sebesar 6,1 persen). Penguatan saham tersebut seiring dengan arus investor ke saham-saham tersebut, yang tetap tinggi meskipun harga batu bara melemah pada perdagangan kemarin.

Sedangkan saham menarik lainnya adalah Elang Makhota Teknologi (EMTK) yang menutup sesi pertama hari ini dengan kenaikan 5,3 persen, setelah downtrend sejak awal pekan ini.

Saham EMTK diduga mendapat kesan positif dari kabar penawaran umum perdana Bukalapak, perusahaan e-commerce yang menguasai lebih dari 30 persen EMTK, mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga empat kali.

Berikut adalah daftar saham yang masuk dalam lima besar gainers di sesi pertama ini:

  • YELO (naik 34,4 persen menjadi Rs 199 per saham)
  • HARAPAN (naik 26,1% menjadi Rs 198 per saham)
  • BCIC (peningkatan 25 persen menjadi Rs 875 per saham)
  • KIOS (kenaikan 24,6 persen menjadi Rs 1.415 per saham)
  • BSIM (meningkat 24,6 persen menjadi Rs 885 per saham)

Lalu ada lima pecundang teratas di sesi pertama hari ini:

  • NICL (turun 6,9 persen menjadi Rs 240 per saham)
  • RELI (turun 6,9 persen menjadi Rs 402 per saham)
  • PTDU (turun 6,9% menjadi Rs 1.550 per saham)
  • ATIC (turun 6,8% menjadi Rs 950 per saham)
  • PANI (turun 6,8 persen menjadi 218 rupee per saham)

Tim peneliti PT Samuel Sekuritas Indonesia sebelumnya memperkirakan IHSG Hari ini akan terus berfluktuasi dan cenderung melemah. IHSG diperkirakan akan bergerak pada kisaran 5.980-6.080.

Disclaimer: Berita ini merupakan hasil kerjasama dengan PT Samuel Sekuritas Indonesia. Berita ini tidak dimaksudkan untuk mengajak pembaca membeli atau menjual saham. Keputusan untuk berinvestasi sepenuhnya ada di tangan pembaca.

Baca baca: BEI mengumumkan 17 saham dalam pengawasan khusus, Sritex dan Pan Brothers





Source link