Harga minyak melonjak meskipun persediaan AS meningkat, Brent naik 4,2 persen

oleh -1 views
us oil 11 1



us oil 11 1

New York (Antara) – Harga minyak naik pada Rabu (Kamis pagi GMT), memperpanjang kenaikan untuk hari kedua berturut-turut, meskipun data menunjukkan peningkatan tak terduga dalam stok minyak mentah AS.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September bertambah $3,10, atau 4,6 persen, menjadi menetap di $70,30 per barel di New York Mercantile Exchange.

Di sisi lain, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman September naik $2,88, atau hampir 4,2 persen, menjadi ditutup pada $72,23 per barel di London ICE Futures Exchange.

Baca juga: Harga emas turun $8 di bawah tekanan dari imbal hasil obligasi AS yang kuat

Administrasi Informasi Energi AS (EIA) mengatakan dalam sebuah laporan pada hari Rabu bahwa persediaan minyak mentah AS meningkat 2,1 juta barel selama pekan yang berakhir 16 Juli. Analis yang disurvei oleh Standard & Poor’s Global Platts memperkirakan publikasi EIA menunjukkan penurunan 6,7 juta barel dalam pasokan minyak mentah AS.

Laporan EIA juga menunjukkan bahwa stok minyak mentah di Cushing, Oklahoma, pusat pengiriman minyak utama AS, turun 1,4 juta barel pekan lalu.

Di sisi lain, total stok bensin turun 0,1 juta barel pekan lalu dan stok bahan bakar olahan turun 1,3 persen, menurut Administrasi Informasi Energi.

Baca juga: Minyak melambung karena pasar mendapat manfaat dari tingkat diskonto ار

Pelaku pasar terus menyerap kesepakatan produsen minyak utama tentang produksi. Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+, pada Minggu sepakat untuk meningkatkan pasokan sebesar 400.000 barel per hari dari Agustus hingga Desember.

Minyak terpukul oleh penjualan Senin, didorong oleh kekhawatiran jatuhnya permintaan di tengah lonjakan kasus COVID-19, mengirim minyak turun sekitar 7,0 persen dan memukul aset berisiko lainnya.

Pasar meragukan kenaikan harga akan bertahan lama. “Sulit untuk melihat harga rebound kecuali ketakutan virus dikendalikan,” kata Stephen Brennock dari pialang minyak BVM. “Pasar jelas prihatin tentang prospek permintaan.”

Baca juga: IHSG ditutup menguat didorong ekspektasi investor terhadap data ekonomi AS

Baca juga: Rupee ditutup melemah, investor waspadai penyebaran kasus COVID-19

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Rasbian Fardani
Hak Cipta © Antara 2021



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *