Diganggu meme, konsultan UI Ari Konkoro mengundurkan diri sebagai wakil komisaris BRI

oleh -0 views
1626934681559 untitled design 2021 07 22t131748017



1626934681559 untitled design 2021 07 22t131748017

Pemerintah mengakomodir kepentingan ganda Presiden Universitas Indonesia (UI) Ari Konkoro melalui perubahan platform UI, yang memungkinkan pengurus menjadi delegasi BUMN. Kebijakan kontroversial pengadilan meme ini pun dijawab oleh netizen.

Setelah mengetahui bahwa platform UI telah diubah secara diam-diam, Ari mendapat serangan publik di internet akibat merangkap jabatannya sebagai Deputi Komisaris PT Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Setelah tekanan dan ejekan yang meningkat melalui meme, pada 22 Juli 2021, BRI mengumumkan pengunduran diri Ari sebagai Komisaris, dan fokus pada tugasnya sebagai Kepala UI.

“Kementerian Badan Usaha Milik Negara RI menerima surat pengunduran diri Ari Konkoro dari jabatannya sebagai Wakil Presiden/Komisaris Independen Belt and Road Initiative dan secara resmi menginformasikan kepada perusahaan. Sehubungan dengan itu, perusahaan mengumumkan keterbukaan informasi pada 22 Juli, 2021,” demikian pernyataan resmi BRI, seperti dilansir BR Sebentar. Selain itu, Inisiatif Sabuk dan Jalan mengumumkan komitmennya untuk menerapkan praktik ini Tata kelola perusahaan yang baik Agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

Kasus Ari adalah bukti efektivitas tekanan publik untuk menerapkan “sanksi sosial” di Internet. Sejak awal kontroversi, netizen telah memainkan peran besar melawan pihak berwenang. Unggahan BEM UI tentang gelar King of Lip Service kepada Presiden Joko Widodo menjadi viral yang memaksa presiden (dan pengikutnya) untuk merespons, menunjukkan peran penting netizen dalam menciptakan kerumunan.

Peran pengguna internet tidak berhenti di situ. Setelah Ketua BEM UI Leon Alvinda dihujat pribadi atas masa lalunya, netizen mengabaikannya dengan membuka tabir penting: ternyata konsultan UI salah urus karena jabatannya yang merangkap sebagai komisaris BRI sejak tahun lalu.

Netizen kembali ramai-ramai memublikasikan dan mengkritisi “kekebalan” Ari karena belakangan ini jabatan komisaris selalu dikaitkan dengan cara Presiden Jokowi membayar para pendukungnya. Diskusi umum terjadi terutama karena dua alasan. Pertama, rektor yang dikatakan terbaik harus dibebaskan dari kepentingan politik penguasa. Kedua, UU UI sama sekali melarang jabatan simultan di BUMN.

Pada akhirnya, platform UI secara diam-diam, cepat dan paksa diubah oleh Peraturan Pemerintah No. 75/2021 dalam Kode Antarmuka Pengguna. Aturan untuk mengganti PP No. 68/2013 mengubah pasal untuk rangkap jabatan, memungkinkan konsultan UI tetap didelegasikan karena larangan hanya rangkap jabatan di tingkat pengurus. Diketahui, tiga minggu kemudian, netizen kembali merinding dan beraksi, menertawakan kisruh kontroversi ini dengan membuat meme ala Chuck Norris yang menunjukkan betapa hebatnya konsultan UI mengubah aturan sesuai minatnya. “Rektor UI” muncul di atas topik terkenal Di Twitter 20-21 Juli lalu akibat meme tersebut, VICE pun merangkumnya di sini.

Faktor yang tidak kalah pentingnya adalah kritik pengguna internet efektif karena didukung pula oleh argumentasi para ahli mengenai posisi tersebut. Misalnya penilaian Direktur Pusat Studi Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Andalusia Feri Amsari Yang memperjelas bahwa aturan platform UI baru tidak berlaku surut. Artinya penerapan aturan baru hanya berlaku untuk peristiwa yang terjadi setelah aturan disahkan, tidak menyelamatkan kasus-kasus sebelumnya.

Hal senada diungkapkan Ombudsman RI Indraza Marzuki Rais yang juga Mengatakan Karena tidak berlaku surut, Ari harus berhenti menjadi presiden UI dan harus dipindahtugaskan.

Kini, setelah Ari resmi mengundurkan diri sebagai komisaris, muncul kekhawatiran lain: UU UI versi 2021 sudah disahkan. Jika tidak segera ditelaah kembali, konsultan UI atau jabatan tinggi lainnya di kampus ke depan akan terus menghadapi potensi konflik kepentingan karena diperbolehkan menjabat sebagai komisaris di tempat lain.



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *