Dalam depresi yang berkembang karena perpanjangan PPKM darurat, pengunjung pusat perbelanjaan meminta dukungan

oleh -0 views


TEMPO.CODan JakartaKetua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Perbelanjaan Indonesia yang dikenal dengan APPBI Alphonzus Widjaja mengatakan perpanjangan pemberlakuan alias pembatasan kegiatan masyarakat. PPKM untuk keadaan darurat Ini akan semakin memperumit kondisi komersial pusat perbelanjaan.

"Oleh karenanya, semakin mendesak kebutuhan pusat belanja atas relaksasi dan subsidi yang selama ini telah diminta oleh pusat perbelanjaan," kata Alphonzus dalam keterangan tertulis, Selasa, 20 Juli 2021.

APPBI meminta pemerintah agar dapat segera memberikan pembebasan atas biaya-biaya yang masih dibebankan oleh pemerintah meskipun pemerintah meminta pusat perbelanjaan tutup atau hanya beroperasi secara sangat terbatas.

Adapun relaksasi dan subsidi yang telah diminta oleh pusat perbelanjaan kepada pemerintah antara lain meniadakan sementara ketentuan pemakaian minimum atas listrik dan gas.

Selain itu, penghapusan sementara Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pajak reklame dan pajak atau retribusi tetap lainnya. “Ini juga mensubsidi upah pekerja sebesar 50 persen,” kata Alfonzos.

Pihak mal juga berharap selama PPKM darurat diperpanjang, pemerintah dapat memastikan penerapan pembatasan secara tegas dan memastikan penerapan protokol kesehatan yang ketat, disiplin dan konsisten.

“Karena sangat dikhawatirkan kedaruratan PPKM berlangsung lama karena penyebaran wabah Covid-19 saat ini sudah terjadi pada level yang sangat mikro yaitu di lingkungan dan masyarakat terkecil dalam kehidupan masyarakat,” kata Alfonzos. .

Pemerintah secara resmi memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM darurat hingga 25 Juli 2021. Kegiatan ekonomi akan dilonggarkan pada 26 Juli 2021 jika rata-rata penambahan harian kasus positif Covid-19 menunjukkan perbaikan.

Presiden Joko Widodo alias Jokowi Dia menjelaskan, keputusan perpanjangan itu diambil setelah pemerintah mengevaluasi pelaksanaan PPKM darurat yang dimulai pada 3 Juli 2021.

sedang membaca: Faisal Al Basri Kritik Rencana PPKM Lohot: Kenapa Tidak Buang Syarat Jualan