Cara Mudah Dumping BPUM ke BRI, cek eform.bri.co.id/bpum

oleh -0 views



gedung bri 169

Jakarta, CNBC Indonesia – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus menghadirkan inovasi dan pencapaian di balik Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dicanangkan pemerintah. Baru-baru ini, BRI BPUM menawarkan sistem reservasi Memudahkan dan memperlancar penyaluran bantuan produktif kepada usaha kecil, di tengah meningkatnya kasus pandemi COVID-19 dalam beberapa pekan terakhir.

Proses verifikasi dan pencairan bantuan dalam sistem reservasi dilakukan melalui https://eform.bri.co.id/bpum. Sekretaris BRI Aestika Oryza Gunarto menjelaskan bahwa BPUM BP sistem reservasi Adalah untuk mengembangkan format agar pelanggan tidak hanya menggunakannya sebagai sarana pengecekan status BPUM penerima, tetapi kini dapat melihat antrian share apa yang ada di unit usaha.

Dengan sistem ini, nasabah dapat memilih kantor BRI atau Unit Kerja Operasional (UKO) dan tanggal pencairan yang diinginkan. Menurutnya, BRI memiliki beberapa alasan mengapa nasabah perlu menggunakan sistem reservasi ini.



“Pertama, untuk membantu mengantisipasi potensi antrian yang tidak bisa diprediksi oleh kantor BRI, kemudian untuk membantu nasabah memilih kantor BRI dan mendapatkan kuota tunggu. Jadi nasabah tidak perlu bersafari mencari kantor BRI yang masih memiliki Kantor BRI,” kata Aestika mengutip keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (21/7/2021), Fleksibilitas mengantre untuk melakukan pencairan BPUM.

Selain itu, kata dia, nasabah tidak perlu datang ke kantor BRI atau UKO hanya untuk bergabung, seperti yang terjadi di banyak unit bisnis BRI. Sehingga diharapkan melalui sistem reservasi kepadatan dapat dibagi menjadi beberapa kantor BRI.

Melihat sebaran BPUM sebelumnya, kantor-kantor BRI berbeda satu sama lain dalam hal kepadatan antrian nasabah yang berbeda-beda. Sehingga kemungkinan terjadinya antrian yang menimbulkan keramaian dapat diantisipasi. Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 dalam kegiatan penyaluran bantuan.

BRI selalu mengutamakan orang dulu Dalam setiap pelayanan dan operasional selama masa pandemi, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan ketentuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat (PPKM) saat ini.

Meskipun pelanggan saat ini sudah dilengkapi dengan sistem reservasi, pelanggan tetap datang melalui halaman yang sama, yaitu https://eform.bri.co.id/bpum. Di halaman ini, jika pelanggan tidak berhak atas BPUM, dia tidak akan diarahkan ke halaman reservasi.

Ketika pelanggan mengisi bidang Nomor KTP dan nasabah berhak mendapatkan BPUM, akan muncul daftar pilihan provinsi, kota/kabupaten, unit usaha dan tanggal tunggu (jadwal). Nasabah dapat mengisi tempat sesuai dengan lokasi yang diinginkan nasabah, selanjutnya akan muncul Unit Bisnis BRI di Kota/Kabupaten sesuai pilihan nasabah.”

Jika antrian penuh pada tanggal yang diminta, pelanggan harus memilih hari lain di unit usaha yang sama atau berulang kali memilih unit usaha yang berbeda sebagai tempat pencairan. Selanjutnya, setelah pelanggan mengisi kolom dan mengisi kode verifikasi, akan muncul halaman yang menunjukkan pelanggan berhasil mendaftarkan antrian dengan nomor referensi.

Selanjutnya, pelanggan diminta untuk menyimpan nomor referensi karena akan diperlukan jika pelanggan ingin membatalkan reservasi. Jika pelanggan melakukan reservasi dan membuka kembali halaman formulir BPUM, maka akan muncul pernyataan bahwa dia telah melakukan reservasi di unit usaha tertentu, pada tanggal tertentu sesuai dengan pilihan pelanggan.

Selain itu, ada opsi untuk memeriksa apakah pelanggan akan membatalkan reservasi. Jika demikian, pelanggan akan diminta untuk memasukkan nomor referensi yang muncul saat melakukan reservasi antrian untuk pertama kalinya.

Jika nasabah sudah melewati tanggal booking, jangan khawatir karena BRI sudah menyiapkan solusinya. Reservasi yang dilakukan secara otomatis akan kedaluwarsa dan dihapus dari sistem dan pelanggan harus memesan ulang setelah operasi dari awal.

Sebagai informasi, jangka waktu pencairan BPUM pada tahun 2021 diperpanjang menjadi lima bulan sejak dana bantuan masuk ke rekening penerima bantuan atau paling lambat Desember 2021, sehingga masyarakat yang akan melakukan pembayaran dapat mengatur waktunya hingga akhir tahun ini. tahun. 2021 BPUM diberikan satu kali per penerima.

Sepanjang tahun 2021 penyaluran BPUM melalui BRI mencapai 76% dari target atau mencapai 5,7 juta penerima dengan nilai nominal Rp 6,8 triliun (posisi Juli 2021).

[Gambas:Video CNBC]

(yun / yun)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *