BRI menawarkan pemesanan online untuk penukaran BPUM

oleh -0 views


Informasi Bisnis – Dalam mendukung Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Pemerintah, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memperkenalkan beberapa inovasi. Baru-baru ini, BRI meluncurkan BPUM لقت sistem reservasi Memudahkan dan memperlancar penyaluran bantuan produktif kepada usaha kecil, di tengah meningkatnya kasus pandemi COVID-19 dalam beberapa pekan terakhir.

Proses pengecekan dan pencairan bantuan dengan sistem reservasi tersebut dilakukan melalui https://eform.bri.co.id/bpum. Nasabah penerima bantuan yang mengecek melalui link tersebut, juga dapat mengetahui kuota antrean di unit kerja, dan memilih Kantor BRI atau Unit Kerja Operasional (UKO) serta tanggal pencairan yang dikehendaki.

Menurut Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto, ada beberapa alasan yang menyebabkan penggunaan sistem reservasi ini. “Pertama, membantu mengantisipasi potensi lonjakan antrean yang tidak bisa diprediksi oleh kantor-kantor BRI, kemudian membantu nasabah untuk memilih Kantor BRI dan mendapatkan kuota antrean. Jadi nasabah tidak perlu harus safari untuk mencari Kantor BRI yang masih memiliki keleluasaan antrean dalam melakukan pencairan BPUM,” ujarnya seperti dikutip dari rilis, Rabu, 21 Juli 2021.

Berkaca dari penyaluran BPUM sebelumnya, di berbagai kantor BRI terjadi kepadatan antrean nasabah yang berbeda. Kini dengan pemberlakuan BPUM Reservation System, potensi lonjakan antrean dan kerumunan dapat dihindari, sehingga dapat mencegah penyebaran Covid-19. Langkah ini merupakan upaya BRI yang senantiasa mengedepankan people first dalam setiap layanan dan operasionalnya di masa pandemi, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan ketentuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat saat ini.

Untuk diketahui, pelanggan yang datang https://eform.bri.co.id/bpum Tidak terdaftarnya namanya berarti dia tidak berhak atas BPUM, dan dia tidak akan otomatis dialihkan ke halaman pemesanan. Sementara itu, penerima BPUM akan menuju kota pilihan hingga jadwal daftar tunggu.

“Jika nasabah mengisi kolom nomor KTP dan nasabah berhak mendapatkan BPUM maka akan muncul daftar pilihan provinsi, kota/wali, unit usaha dan tanggal tunggu (tabel). Nasabah dapat mengisi tempat sesuai ke lokasi yang diinginkan nasabah, maka akan muncul unit-unit bisnis BRI di kota/kabupaten sesuai untuk memilih nasabah,” kata Aestika.

Jika antrian penuh pada tanggal yang diminta, pelanggan harus memilih hari lain di unit usaha yang sama atau berulang kali memilih unit usaha yang berbeda sebagai tempat pencairan. Apalagi, setelah pelanggan selesai bidang Dan mengisi kode verifikasi, akan muncul halaman yang menunjukkan kepada pelanggan bahwa antrian telah berhasil didaftarkan dengan nomor referensi.

Selanjutnya, pelanggan diminta untuk menyimpan nomor referensi karena akan diperlukan jika pelanggan ingin membatalkan reservasi. Jika pelanggan melakukan reservasi dan membuka kembali halaman formulir BPUM, maka akan muncul pernyataan bahwa dia telah melakukan reservasi di unit usaha tertentu, pada tanggal tertentu sesuai dengan pilihan pelanggan.

Pelanggan tidak perlu khawatir jika tanggal pemesanan sudah habis. Reservasi yang dilakukan secara otomatis akan kedaluwarsa dan dihapus dari sistem dan pelanggan harus melakukan reservasi kembali.

Sebagai informasi, jangka waktu pencairan BPUM pada tahun 2021 diperpanjang menjadi lima bulan sejak dana bantuan masuk ke rekening penerima bantuan atau paling lambat Desember 2021, sehingga masyarakat yang akan melakukan pembayaran dapat mengatur waktunya hingga akhir tahun ini. tahun. BPUM 2021 diberikan satu kali per penerima.

Sepanjang tahun 2021, penyaluran BPUM melalui BRI mencapai 76 persen dari target atau mencapai 5,7 juta penerima manfaat dengan nilai nominal Rp 6,8 triliun (posisi Juli 2021).