Biarkan semangat investasi migas, 3 insentif akan diluncurkan

oleh -0 views



70992265 bbe6 4b0f 803c 33b29dfbdefa 169

Jakarta, CNBC Indonesia – Investasi di sektor migas Indonesia masih lemah di tengah tren kenaikan harga minyak dunia. Hingga semester I 2021, investasi eksplorasi migas mencapai US$ 4,92 miliar atau 39,7% dari target tahun ini US$ 12,38 miliar.

Dalam rangka meningkatkan iklim investasi di sektor eksplorasi migas, pemerintah telah menyiapkan sembilan paket insentif. Dari sembilan paket stimulus tersebut, pemerintah telah menyetujui sebanyak enam dan tiga lagi sedang dalam pembahasan.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengungkapkan dalam konferensi pers, Jumat (16/7/2021), ada tiga insentif yang disiapkan pemerintah.



Ketiga insentif tersebut antara lain, pertama, keringanan pajak Untuk pajak penghasilan di semua bidang usaha minyak dan gas. Kedua, penyesuaian biaya penggunaan terminal LNG Badak sebesar US$0,22 per juta British thermal unit.

“Ketiga, dukungan kementerian yang mendorong industri pendukung migas (industri baja, rig, jasa, dan jasa) untuk pembahasan pajak bagi perusahaan yang mendukung kegiatan eksplorasi migas,” jelasnya.

Adapun enam paket stimulus yang telah disetujui pemerintah adalah sebagai berikut:

1. biaya penundaan Pengabaian dan pemulihan situs (ASR).
2. Pembebasan PPN LNG dengan PP 48 Tahun 2020 atas impor dan/atau penyerahan Barang Kena Pajak strategis tertentu yang dibebaskan dari kewajiban PPN.
3. Pembebasan biaya penggunaan barang milik negara (BMN) untuk kegiatan eksplorasi minyak dan gas bumi.
4. Penundaan atau pengurangan pajak tidak langsung.
5. Penerapan jumlah gas yang dapat dijual dengan harga pasar untuk semua skema yang disebutkan di atas ambil atau bayar Dan ‘Kuantitas kontrak harian(DCQ).
6. Implementasi insentif investasi (percepatan depresiasi, perubahan split dan DMO harga penuh).

Berbagai insentif tersebut diperkenalkan di tengah pandemi Covid-19 untuk mendorong investasi hulu yang saat ini melambat, kata Dwi.

“Kami menyampaikan upaya kami di tengah pandemi dan investasi yang stagnan dan mendorong kami untuk memberikan persetujuan untuk meningkatkan dan mempertahankan ekonomi lapangan,” katanya.

[Gambas:Video CNBC]

(oh)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *