Berhenti! Bukalapak sebut harga Rp850, oversubscribed 4x?

oleh -1 views
75d22a90 4866 4a92 babf 6f85643015a7 169



75d22a90 4866 4a92 babf 6f85643015a7 169

Jakarta, CNBC Indonesia – perusahaan Perdagangan elektronik Status Unicorn Yang pertama mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Bukalapak.com disebut-sebut akan melepas sahamnya dengan harga Rs 850/saham. Harga ini adalah batas atas dari harga yang dikutip antara Rs 750-850 per saham.

Dan dilansir Reuters, tiga sumber yang mengetahui informasi tersebut mengkonfirmasi bahwa harga saham perusahaan akan diumumkan kepada publik.

Dengan demikian, perusahaan akan menerima dana sebesar US$1,5 miliar (Rs21,75 triliun, dengan asumsi nilai tukar Rs14.500/US) dari penawaran umum perdana (IPO) ini.

Dua sumber melaporkan bahwa selama membangun buku (pembentukan harga), saham ini memiliki kelebihan permintaan (Berlangganan berlebih). Sumber lain mengungkapkan, permintaan sebesar 6 miliar dolar AS atau setara dengan 87 triliun rupee Berlangganan berlebih hingga empat kali.

Sebuah sumber CNBC Indonesia juga melaporkan hal yang sama. Tampaknya harga penawaran saham ini berada di ujung atas Domain Harga Rp 750-Rp 850/saham seiring dengan meningkatnya permintaan saham perdana Emtek Group.

“jika Lewati BerlanggananSumber pasar mengatakan, Senin (19/7/2021), kemungkinan akan tetap tertahan di Rs 850.

CNBC Indonesia juga meminta konfirmasi harga ini dari Direktur Mirae Asset Sekuritas Indonesia Tai Shim, namun dia menolak mengonfirmasi.

Kami adalah penjamin [penjamin emisi] membuka [kode saham Bukalapak] Menanggapi pertanyaan untuk konfirmasi pada Rabu malam (21/7/2021), ia mengatakan, “Kami menyesal tidak dapat memberikan informasi tentang kesepakatan klien.”

sementara tersembunyi Lainnya, seperti BT Mandiri Securitas dan BT Bwana Capital Securitas, tidak memberikan tanggapan sampai berita ini tersebar.

Bukalapak telah menunjuk empat penjamin, yang terdiri dari penjamin emisi PT UBS Sekuritas Indonesia dan Mirae Asset serta penjamin pelaksana Mandiri Sekuritas dan Buana Capital Sekuritas.

Minggu ini, Bukkalabak menyelesaikan operasinya membangun buku Sejak 9 Juli. Tanggal efektif OJK diharapkan 26 Juli dan periode IPO 28-30 Juli. Target terdaftar di papan perdagangan atau Daftar di BEI pada 6 Agustus 2021.

Di sisi lain, Mirae Asset dalam makalahnya menyebutkan potensi bisnis Bukkalabak dan perusahaan digital lainnya di Indonesia.

Hal ini sejalan dengan Riset Bain, Google, dan Temasek, yang menyebutkan ekonomi digital Indonesia terbesar di Asia Tenggara. Dengan populasi terbesar keempat di dunia, yaitu 270 juta orang, Indonesia sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara memiliki salah satu sektor belanja online dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

Bain memperkirakan total nilai barang dagangan (GMV) Indonesia akan tumbuh pada tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) dari 2020-2025 sebesar 23% dari US$44 miliar pada 2020 menjadi US$124 miliar pada 2025.

Riset Mirae menulis 12 Juli lalu: “Kami percaya bahwa raksasa teknologi seperti Bukalapak dan GoTo akan dapat memonetisasi tren pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang sedang tumbuh. Belajar dari Amerika Serikat, perusahaan teknologi kini mendominasi 5 besar pasar modal.”

[Gambas:Video CNBC]

(kantong tas)





Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *