Asian Development Bank menyediakan $80 miliar dalam pendanaan iklim لتمويل

oleh -1 views
adb



adb

Bank Pembangunan Asia menyediakan setidaknya $80 miliar dalam pendanaan iklim secara kumulatif dari 2019 hingga 2030

Jakarta (Antara) – Asian Development Bank mengatakan akan memberikan pendanaan iklim kumulatif senilai US$80 miliar dari 2019 hingga 2030.

“ADB memberikan setidaknya US$80 miliar dalam pendanaan iklim dari 2019 hingga 2030 secara kumulatif,” kata Presiden ADB Masatsugo Asakawa pada Konferensi Perubahan Iklim Internasional (ICCC) di Jakarta, Kamis.

Asakawa mengatakan dana tersebut digunakan untuk membantu anggota negara berkembang dalam upaya mereka untuk mencapai hal ini Bersih nol emisi dan pembangunan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Ia menjelaskan, kawasan Asia-Pasifik bertanggung jawab atas lebih dari 50 persen emisi gas rumah kaca global dan pada saat yang sama kawasan ini juga menghadapi dampak perubahan iklim.

Dia mencatat beberapa langkah dalam menanggapi negara anggota dalam mengatasi masalah ini, yaitu dekarbonisasi secara cepat, beradaptasi dengan perubahan iklim, dan membangun ketahanan.

Di sisi lain, upaya tersebut membutuhkan kerjasama internasional serta pendanaan yang kuat dari sektor publik dan swasta, terutama di tengah pandemi COVID-19 yang menyebabkan ruang fiskal terbatas.

Dia menekankan bahwa “menerapkan ini dalam keadaan saat ini akan menjadi tantangan, terutama karena terbatasnya ruang fiskal yang dimiliki negara-negara anggota berkembang sebagai akibat dari epidemi.”

Oleh karena itu, ADB berkomitmen untuk menyelaraskan operasinya dengan tujuan Perjanjian Paris dengan keselarasan penuh dari full berdaulat operasi Pada 1 Juli 2023.

kemudian untuk keselarasan tidak berdaulat operasi Ini akan mencapai 85% pada 1 Juli 2023 dan 100% pada 1 Juli 2025.

Tidak hanya itu, Asian Development Bank juga mengumumkan rencana untuk meningkatkan investasi dalam adaptasi dan ketahanan yang menghasilkan pembiayaan kumulatif sebesar US$9 miliar dari 2019-2024.

Selain itu, ADB juga bekerja sama dengan sponsor utama sektor publik dan swasta untuk pembangunan energi transisi mekanisme (ETM) di Asia Tenggara termasuk Indonesia.

“ETM berpotensi membantu negara berkembang anggota yang perlu mengurangi emisi gas rumah kaca,” ujarnya.

Baca juga: Asian Development Bank harapkan ekonomi Indonesia tumbuh 5 persen pada 2022

Baca juga: Asian Development Bank: 122 juta orang terancam kemiskinan akibat perubahan iklim skala besar

Baca juga: Asian Development Bank: Pertumbuhan harus bergeser ke ekonomi hijau, cegah perubahan iklim climate

Wartawan: Astrid Fadela Habiba
Editor: Ahmed Bashoury
Hak Cipta © Antara 2021



Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *