Anti-Self-isolationists, warga Rusia dideportasi oleh imigrasi di Bali

oleh -0 views
85502 imigrasi bali deportasi wn rusia yang tolak isolasi mandiri



85502 imigrasi bali deportasi wn rusia yang tolak isolasi mandiri

Suara.com – Petugas Imigrasi Kategori 1 TPI Ngurah Rai, Bali, telah mendeportasi seorang warga negara asing asal Rusia bernama Anzhelika Naumenok yang tertular virus tersebut karena menolak melakukan isolasi mandiri setelah dinyatakan positif Covid-19.

Kepala Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia di Bali, Jamaruli Manihuruk mengatakan dalam sebuah surat kabar: “Yang bersangkutan dinyatakan negatif Covid-19 ketika dia dideportasi setelah dia ditangkap oleh petugas untuk dikarantina sampai dia dinyatakan negatif. untuk Covid-19.” Pernyataan itu diterima di Denpasar, Bali, Rabu (21/7/2021).

Ia mengatakan, berdasarkan surat rekomendasi yang dikeluarkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Bali No.: 180/7289/SET/SATPOL.PP dan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Petugas Imigrasi Ngurah Rai terkait, pihaknya tunduk pada prosedur. Departemen Imigrasi yaitu deportasi dari wilayah Indonesia sesuai dengan Pasal 75 UU No. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Selanjutnya pada Rabu, petugas memindahkan Anzhelika Naumenok melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta menggunakan Citilink QG-691 pada pukul 14:40 WITA. Kemudian dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Moskow, Rusia dengan penerbangan Turkish Airlines pada pukul 21.05 WIB.

Baca juga:
AP 2 Batasi Pergerakan Warga Negara Asing ke Indonesia Selama PPKM Level 4

Sebelumnya, pada 4 Juli 2021, Anzelika Numenuk dinyatakan positif Covid-19, berdasarkan hasil tes swab PCR yang dilakukan di Rumah Sakit Universitas Udayana, Jimbaran, Badung, Bali.

Kemudian, saat itu, warga Rusia ini menolak untuk melakukan isolasi diri dan sengaja melakukan aktivitas, serta bertemu banyak orang tanpa menggunakan masker. Hal ini jelas melanggar protokol kesehatan sesuai Peraturan Gubernur Bali Nomor 10 Tahun 2021.

Atas pelanggaran tersebut, Satbul PP Kabupaten Badung menangkap secara paksa yang bersangkutan dan menempatkannya di Hotel Ibis, Kuta untuk menjalani isolasi mandiri, sedangkan paspornya ditahan di Kantor Imigrasi Kelas Khusus TPI Ngurah Rai.

Setelah menjalani isolasi mandiri, yang bersangkutan dinyatakan negatif Covid-19 sesuai hasil tes swab PCR yang dikeluarkan oleh UPTD Dinas Kesehatan. Laboratorium Kesehatan Daerah Bali.

Kemudian pada tanggal 15 Juli 2021 pukul 10.00 WITA, petugas Satbul BP Kabupaten Bali dan Satbul Kabupaten Badung membawa yang bersangkutan ke Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai untuk dilakukan pemeriksaan.

Baca juga:
Kontroversi impor WNA ke Indonesia

Setelah melewati proses penyaringan, diketahui WNA asal Rusia tersebut datang ke Indonesia pada Februari 2020 dengan izin tinggal pengunjung yang berlaku hingga 10 Juli 2021 dan sudah memiliki visa elektronik yang berlaku hingga 6 Agustus 2021.)





Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *