Anti Hoax, Polres Cirebon Lakukan Patroli Elektronik

oleh -2 views


Anti Hoax, Polres Cirebon Lakukan Patroli Elektronik
Satuan Reserse Kriminal Polres Cirebon Kota telah menangkap penerbit video hoaks kerusuhan pasar Jagasatro. (Juan)

Ciremaitoday.com, Cirebon – Polres Cirebon Kota kini menggenjot patroli elektronik. Patroli anti kriminalitas tak hanya dilakukan di dunia nyata, namun dunia maya pun tak luput dari perhatian. Pasalnya, beberapa waktu lalu Polres Cirebon Kota berhasil menangkap pelaku penyebaran video palsu kerusuhan di pasar Jagasatro dan pemblokiran situs Kruchok yang dijebol warga. Demi mencari penonton, pelaku yang diketahui ISP warga Kecamatan Kisambi, Kota Cirebon, Jawa Barat itu mengunggah video tersebut tanpa memikirkan dampak buruknya. Video yang sudah menjadi konsumsi publik ini sempat membuat heboh, namun dari sisi penegak hukum, video tersebut memicu kemarahan. Pasalnya, video hoax tersebut meresahkan masyarakat di tengah upaya pemerintah menekan kasus Covid-19 dengan menggunakan PPKM darurat. Oleh karena itu, Polres Cirebon Kota akan terus melakukan penelusuran di berbagai media sosial agar kejadian ini tidak terulang kembali, dan yang terpenting agar masyarakat sadar bahwa memposting video hoax akan menimbulkan akibat hukum yang serius.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Cirebon Kota, AKP I Putu Asti Hermawan mengatakan, penangkapan pelaku yang mengunggah video hoaks di pasar Jagasatro itu membuat para pegawainya terpantau ketat dalam hiruk pikuk informasi di dunia maya.

Kami mengingatkan petugas untuk memantau pergerakan informasi, baik berupa tulisan, teks, gambar, rekaman audio maupun video. Dia mengatakan, Kamis (22/7/2021), “terutama yang mengandung konten yang tidak dapat dibenarkan.”

Ia melanjutkan, dalam rangka penjatuhan sanksi hukum terhadap pelaku unggahan video dan media lain yang mengandung hoaks, pihaknya terlebih dahulu akan melakukan penelusuran mulai dari laporan, penyidikan hingga sanksi pidana.

“Saya berharap masyarakat menyadari betapa buruknya berita bohong. Apalagi saat kita berada di masa pandemi. Lebih baik kita mengubah aktivitas kita menjadi hal yang produktif dan memanfaatkan teknologi informasi semaksimal mungkin agar bermanfaat bagi kita, orang lain dan negara.”

Dia menyatakan, untuk tujuan apa pun, berita bohong tidak dapat dibenarkan. Ia juga meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati saat menerima video atau lainnya, kebenarannya harus dicari terlebih dahulu.

“Di sinilah pentingnya likuidasi sebelum perikatan berperan,” katanya.

Selain terbitan berkala elektronik, pihaknya juga melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai media antara lain media eksternal, kunjungan sekolah, kampus dan komunitas/kelompok pemuda.

“Kami melakukan upaya preventif dengan menghapus video yang dilaporkan mengandung hoaks serta mengedukasi masyarakat,” pungkasnya. (Juan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *