Abendo: Pemerintah harus berani menarik investasi, meski di masa pandemi

oleh -0 views



Buruh Pabrik PT Miles pemintalan benang di Batang

Jakarta (Antara) – Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian Asosiasi Pengusaha Indonesia (Abindo) Agung Bambudi menilai pemerintah melalui Kementerian Penanaman Modal (Kemenves) harus tetap serius menarik investasi baik dari luar maupun dalam negeri, meski di tengah pandemi. Masih mengamuk sampai sekarang.

“Kementerian Perkapalan harus serius menarik investasi untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan nilai tambah ekonomi, sehingga bisa keluar dari keterpurukan akibat pandemi,” kata Agung dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Menurutnya, pemberlakuan UU Cipta Kerja juga akan menjadi titik krusial dalam pertumbuhan ekonomi nasional dalam hal realisasi investasi.

Agung juga memkamung upaya vaksinasi untuk menciptakan herd immunity sebagai hal utama. Sinergi keduanya menjadi kunci percepatan ekonomi di tengah pandemi.

Baca juga: Bahlil Ajak Perwakilan RI di AS Bekerja Sama Tarik Investor

“Butuh waktu untuk merealisasikan investasi yang diterima saat ini misalnya dari sisi manajemen, infrastruktur dan kelembagaan. Sehingga diharapkan di masa pandemi bisa diatasi dengan program vaksin yang akan ada tambahan kegiatan ekonomi riil setelah itu. ,” kata Agung.

Apalagi, sejumlah sektor industri yang menjadi fokus Departemen Perkapalan, seperti manufaktur yang berorientasi ekspor, farmasi, otomotif, infrastruktur, dan pertambangan, relatif memakan waktu untuk beroperasi.

Di sisi lain, Kementerian Perkapalan juga diharapkan dapat mendorong investasi di sektor inovasi dan teknologi, karena sektor-sektor tersebut akan mampu memberikan nilai tambah dalam jangka panjang, sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional.

Baca Juga: Bahlil Hasilkan Investasi $350 Juta Dari Cargill

Baca Juga: Ekspansi Pabrik di Jawa Timur, Cargill Investasikan $100 Juta

Reporter: Citro Atmoko
Editor: Rasbian Fardani
Hak Cipta © Antara 2021


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *